
TPT 2026 Turun Menjadi 4,65 Persen
19 menit yang lalu
Sergey Tsivilev menyebut ketegangan di Timur Tengah mengganggu pasokan, harga, dan investasi energi global.
Terbit · 1 min read

Menteri Energi Rusia Sergey Tsivilev mengatakan ketidakstabilan di Selat Hormuz berdampak pada industri bahan bakar dan energi global serta memengaruhi 20 persen pasokan gas alam cair dunia. Menurut laporan ANTARA, ia menyampaikan hal itu dalam Pertemuan Tingkat Menteri ke-28 Forum Negara-Negara Pengekspor Gas di Moskow, Rusia.
Pernyataan tersebut disampaikan pada Senin (26/10/2026). Tsivilev menyebut situasi di Timur Tengah mendorong kenaikan harga gas, membatasi pasokan di berbagai negara, dan mengganggu rencana investasi jangka panjang perusahaan.
Menurut Tsivilev, anggota forum seperti Iran, Venezuela, dan Rusia menghadapi pembatasan sepihak terhadap perdagangan energi. Ia mengatakan kondisi itu memperburuk volatilitas pasar dan menaikkan harga yang ditanggung konsumen.
Tsivilev menyatakan negara-negara anggota forum memiliki tanggung jawab untuk menjaga stabilitas pasar energi global karena menyumbang porsi besar produksi dan cadangan gas alam dunia.
Ia mendorong negara anggota bekerja sama menentang hambatan perdagangan energi dan teknologi serta melindungi infrastruktur gas yang penting.
Usulan lainnya mencakup penambahan anggota dan mitra dialog forum, kerja sama produksi peralatan gas dan gas alam cair, penyelarasan standar, serta penguatan penelitian.
Pernyataan Tsivilev itu disampaikan dalam pertemuan tingkat menteri forum di Moskow. Laporan ANTARA tidak merinci negara atau perusahaan yang terdampak maupun besaran perubahan pasokan dan harga.