
Bareskrim Tetapkan 20 Korporasi Tersangka Karhutla
15 menit yang lalu
Akses destinasi dan pembukaan rute penerbangan dinilai penting untuk mengembangkan wisata kebugaran.
Terbit · 1 min read

Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menyoroti pentingnya konektivitas untuk mengembangkan wisata kebugaran di Indonesia. Menurut laporan ANTARA, ia menyampaikan hal itu saat mengunjungi ANTARA Heritage Center di Jakarta, Kamis (29/10/2026).
Ni Luh mengatakan pemerintah berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan dan InJourney untuk meningkatkan aksesibilitas destinasi. Upaya itu diharapkan membuka lebih banyak pintu masuk ke Indonesia, tidak hanya melalui Bali dan Jakarta.
Menurut Ni Luh, kondisi Indonesia sebagai negara kepulauan menjadi tantangan bagi wisatawan untuk mencapai berbagai destinasi. Ia menilai keterbatasan konektivitas turut membuat perjalanan wisatawan berpusat di Jakarta dan Bali.
Pemerintah, katanya, berupaya memaksimalkan fungsi sekitar 37 bandara internasional dengan menambah rute penerbangan dari berbagai negara. Penambahan rute tetap disesuaikan dengan tingginya permintaan wisatawan.
Ni Luh menyebut penerbangan dari Singapura ke Belitung telah dibuka dan tingkat keterisiannya di atas 60 persen. Ia juga mengatakan kunjungan wisatawan mancanegara ke Medan dan kawasan Danau Toba mengalami peningkatan, tanpa menyebutkan angka rinci.
Ia berharap akses yang lebih terbuka dapat memudahkan wisatawan menikmati kekayaan budaya Indonesia serta memperpanjang masa kunjungan dan meningkatkan pengeluaran. Menurutnya, pengembangan konektivitas juga perlu mempertimbangkan dampaknya terhadap perekonomian daerah dan nasional.
Ni Luh mengatakan jumlah wisatawan perlu memberi manfaat bagi kesejahteraan masyarakat dan perputaran uang di daerah. Kementerian Pariwisata juga mendorong pengembangan industri kebugaran di desa wisata agar memberi hasil nyata bagi pelaku UMKM setempat.
Menurut laporan yang sama, wisatawan mancanegara yang datang untuk mencoba aktivitas kebugaran antara lain berasal dari Malaysia, Australia, dan sejumlah negara Timur Tengah. Ni Luh mengatakan kementeriannya berupaya memperkuat pasar Asia dan Oseania.