
BPK Rekomendasikan Perbaikan Tata Kelola Minerba
15 menit yang lalu
Teknologi digital dikembangkan bertahap untuk memperkaya pengalaman dan pembelajaran pengunjung museum.
Terbit · 1 min read

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menerapkan teknologi imersif secara bertahap di museum yang dikelolanya, termasuk Museum Tekstil dan Museum Seni Rupa dan Keramik. Menurut laporan ANTARA, Kepala Unit Pengelola Museum Seni Dinas Kebudayaan DKI Jakarta Sri Kusumawati menyampaikan hal itu saat dihubungi di Jakarta, Jumat (30/10/2026).
Sri mengatakan penerapan tersebut mempertimbangkan karakteristik koleksi, kebutuhan pengunjung, kesiapan infrastruktur, serta ketersediaan anggaran.
Sri mengatakan teknologi imersif di museum yang dikelola Unit Pengelola Museum Seni saat ini baru diterapkan di Museum Wayang. Teknologi itu digunakan untuk menyajikan pengalaman visual dan audiovisual agar pengunjung dapat menikmati pertunjukan serta mengenal cerita dan karakter pewayangan.
Di Museum Tekstil, pengembangan teknologi digital dilakukan melalui permainan interaktif sebagai media edukasi. Sri menjelaskan bahwa permainan tersebut mendorong partisipasi pengunjung dalam proses belajar, bukan sekadar melihat koleksi.
Sri mengatakan perbedaan utama kedua pendekatan itu terletak pada pengalaman yang ditawarkan kepada pengunjung. “Perbedaan utamanya (antara teknologi imersif di setiap museum) terletak pada pendekatan pengalaman pengunjung,” ujar Sri.
Menurut laporan yang sama, teknologi imersif menekankan pengalaman audiovisual yang membangun suasana seolah pengunjung berada di dalam cerita. Permainan interaktif, sementara itu, mengutamakan keterlibatan langsung melalui aktivitas digital.
Sri mengatakan rincian teknis seperti sudut proyeksi, cakupan visual, dan tingkat interaktivitas masih memerlukan konfirmasi spesifikasi perangkat. Ia menyebut teknologi digital sebagai sarana pendukung untuk meningkatkan pelayanan dan pengalaman berkunjung, bukan pengganti koleksi asli, serta untuk memperkaya penyampaian informasi dan pembelajaran sejarah, seni, dan budaya, khususnya bagi generasi muda.