
Bappenas Raih Predikat AA Indeks Reformasi Hukum
14 menit yang lalu
Pemerintah mengkaji insentif mobil hybrid dan menargetkan usulannya diajukan sebelum akhir 2026.
Terbit · 1 min read

Menteri Perindustrian Sarmuji bertemu dengan sejumlah pimpinan Toyota untuk membahas insentif mobil hybrid. Menurut laporan CNBC Indonesia, pemerintah masih mengkaji besaran dan skema dukungan yang akan diusulkan.
Pertemuan berlangsung di Kementerian Perindustrian, Jakarta, Selasa (27/10/2026). Delegasi Toyota yang hadir antara lain Presiden Direktur Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Nandi Julyanto dan Presiden Direktur Toyota Astra Motor (TAM) T. Yokohama.
Sarmuji mengatakan pembahasan teknis masih berjalan. “Sudah mulai ada pembahasan teknis, masih dalam proses pembahasan teknis. Nanti seberapa besar insentif yang akan kita usulkan akan lebih diperjelas lagi,” ujar Samuji setelah pertemuan, menurut laporan CNBC Indonesia.
Pemerintah belum mengumumkan besaran ataupun bentuk insentif yang akan diajukan. Skema dukungan untuk mobil hybrid tidak harus sama dengan insentif yang pernah diberikan kepada mobil listrik berbasis baterai (BEV).
Menurut laporan yang sama, Sarmuji menyebut pelaku industri tidak meminta agar insentif mobil hybrid disamakan dengan dukungan untuk BEV. Ia mengatakan besaran insentif masih dikaji secara teknis.
“Karena dari industri pun tidak meminta sama seperti BEV, tidak minta sama, tetapi yang penting ada insentif. Besarannya secara teknis masih dikaji,” kata Samuji, sebagaimana dikutip CNBC Indonesia.
Kementerian Perindustrian menargetkan usulan insentif disampaikan pada 2026. Sarmuji mengatakan, “Tahun ini akan kita usulkan,” tetapi pengajuan itu tidak berarti kebijakan langsung berlaku karena skema dan besarannya masih perlu dibahas.
Dari pihak industri, Nandi mengatakan Toyota menyampaikan pentingnya stimulus untuk mendukung daya beli dan mendorong pembelian mobil baru. Ia tidak mengusulkan satu bentuk stimulus tertentu untuk diterapkan pemerintah. “Kami tadi menyampaikan mengenai pentingnya stimulus untuk meningkatkan daya beli sehingga pembelian mobil baru itu meningkat,” ujar Nandi.