
Kadin Nilai Fundamental Ekonomi Masih Kuat
13 menit yang lalu
Campuspreneur menyumbang transaksi US$24,5 juta dan melatih mahasiswa menjadi eksportir.
Terbit · 1 min read

Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 mencatat total transaksi US$22,94 miliar, menurut laporan CNBC Indonesia yang mengutip Menteri Perdagangan Budi Santoso. Segmen Campuspreneur menyumbang transaksi US$24,5 juta.
Pameran tersebut berlangsung pada 14–18 Oktober 2026. Dalam wawancara eksklusif dengan CNBC Indonesia pada 29 Oktober 2026, Budi menyebut transaksi pada hari pertama mencapai US$13,2 miliar dan sebanyak 168 nota kesepahaman ditandatangani.
Budi mengatakan Kementerian Perdagangan memiliki tiga program utama, yakni mengamankan pasar dalam negeri, memperluas pasar ekspor, dan membawa produk lokal ke pasar global. Campuspreneur menjadi bagian dari program terakhir itu.
Melalui Campuspreneur, Kemendag melatih mahasiswa menjadi wirausaha dan eksportir. Pelatihan mencakup proses ekspor, pengemasan atau desain produk, serta cara mencari pembeli, kata Budi.
Menurut laporan yang sama, Kemendag bekerja sama dengan lebih dari 25 kampus dan sekitar 20 kampus berpartisipasi dalam TEI 2026. Budi menyebut transaksi Campuspreneur mencapai US$24,5 juta atau setara Rp444,1 miliar berdasarkan kurs Rp18.125 per dolar AS.
Budi mengatakan persiapan pameran dilakukan setahun sebelumnya melalui penjajakan dan pertemuan bisnis untuk mempertemukan pembeli dengan penjual. Ia menyebut total nota kesepahaman yang ditandatangani selama TEI mencapai 426 dengan nilai transaksi US$22,94 miliar, sedangkan transaksi usaha mikro, kecil, dan menengah sekitar US$510 juta.
Kemendag juga mengadakan kompetisi transaksi antarkampus. Budi menyebut BINUS berada di urutan pertama, disusul Telkom Bandung dan Institut Pertanian Bogor; produk yang diperdagangkan mencakup barang, seperti arang dan produk pertanian, serta jasa animasi.
Budi mengatakan Campuspreneur ditujukan untuk mendorong mahasiswa membangun usaha ekspor dan membuka lapangan kerja setelah lulus. Akses pasar, menurut dia, didukung melalui atase perdagangan, Pusat Promosi Perdagangan Indonesia, pameran di luar negeri, dan pertemuan bisnis. Ia menyebut TEI berikutnya direncanakan mulai 13 Oktober 2027.