
Bursa Asia Menguat Jelang Keputusan The Fed
13 menit yang lalu
UEA melegalkan lotre demi diversifikasi ekonomi dan pariwisata; seorang pemenang meraih hadiah sekitar Rp24 miliar.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan CNBC Indonesia, Uni Emirat Arab (UEA) melegalkan praktik judi untuk pertama kalinya pada 2024. Jenis yang diizinkan adalah lotre, meski negara tersebut menetapkan Islam sebagai agama resmi.
Laporan itu menyebut UEA juga berpotensi melegalkan kasino dan jenis perjudian lainnya. Sejak 2020, negara itu membuat sejumlah terobosan yang melonggarkan syariat Islam demi menarik investasi asing, antara lain mengizinkan pasangan berbeda jenis kelamin yang belum menikah tinggal serumah dan melonggarkan larangan minuman beralkohol.
Pada Juli 2023, UEA membentuk badan khusus bernama General Commercial Gaming Regulatory Authority (GCGRA) yang bertugas mengawasi perjudian di negara tersebut. Badan itu telah memberikan lisensi kepada UEA Lottery.
UEA Lottery merupakan platform lotre yang memberi pemain kesempatan memenangkan hadiah uang tunai melalui berbagai permainan dan undian. Pemain wajib berusia minimal 18 tahun.
Pada 3 Oktober 2026, UEA Lottery mengumumkan bahwa Kishore Pandurang, warga asal India yang tinggal di UEA, memenangkan hadiah 5 juta dirham atau sekitar Rp24 miliar.
Seperti dikutip CNBC Indonesia dari Gulf News, Kishore mengatakan impiannya adalah berkeliling dunia saat ditanya soal rencananya setelah menang. Ia juga menekankan pentingnya bermain lotre secara bertanggung jawab, dengan menyebut setiap orang perlu mengetahui batasan sendiri dan menetapkan batas uang yang dihabiskan.
Menurut laporan yang sama, langkah tersebut tak lepas dari ambisi pemerintah UEA mendiversifikasi ekonomi dan mengurangi ketergantungan pada sektor minyak. Legalisasi judi juga diharapkan mendongkrak pariwisata, menarik lebih banyak wisatawan asing, dan mendorong pertumbuhan bisnis perhotelan serta resor mewah.
Di tengah persaingan dengan Arab Saudi dan Qatar, Dubai disebut berupaya memperkuat posisinya sebagai pusat pariwisata dan perdagangan utama di kawasan. Laporan itu menilai kebijakan ini mencerminkan upaya UEA menyeimbangkan tradisi hukum dan nilai Islam yang dianut mayoritas penduduk dengan ambisi menjadi pusat bisnis dan hiburan global.