
PDG Berencana Perluas Penggunaan HVO
11 menit yang lalu
Fasilitas BCI berkapasitas 7,5 GW per tahun dirancang memasok pasar regional dan mendukung rantai pasok lokal.
Terbit · 2 min read

Menurut laporan ANTARA, BCI, anak usaha Yingfa Ruineng, memperkenalkan fasilitas manufaktur sel surya di Jakarta. Fasilitas itu memiliki kapasitas produksi tahunan 7,5 GW untuk sel surya N-type TOPCon dan menjadi basis manufaktur pertama Yingfa Ruineng di luar negeri.
Acara perkenalan digelar di Jakarta. Sekitar 80 perwakilan perusahaan dan lembaga hadir, termasuk perwakilan BKPM, EBTKE, IPAMP, AESI, dan APAMSI serta pelanggan dari Indonesia dan negara tetangga; Presiden Yingfa Ruineng Zhang Min dan Manajer Umum BCI Xu Zhenyu turut hadir.
BCI dirancang sebagai pusat pasokan regional untuk melayani pasar Asia Tenggara, Timur Tengah, dan pasar internasional lainnya. Dalam acara itu, perusahaan memperkenalkan teknologi pasivasi setengah sel, desain sel potong ganda, serta sel surya dengan kontak belakang (BC).
Menurut Yingfa Ruineng, pabrik BCI mendukung program pengembangan energi surya berkapasitas 100 GW di Indonesia serta upaya pemerintah memperkuat manufaktur dalam negeri dan pemenuhan ketentuan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Yingfa Ruineng mengoperasikan empat basis manufaktur utama di Tianchang, Yibin, Mianyang, dan Indonesia, dengan total kapasitas produksi efektif 51,5 GW.
Perusahaan menyatakan 45,5 GW dari kapasitas produksi tersebut merupakan kapasitas sel surya N-type TOPCon. Yingfa Ruineng juga menyebut pasar luar negeri menyumbang 40 persen dari total pendapatan perusahaan pada 2025, sementara produknya telah menjangkau lebih dari 20 negara dan wilayah.
Menurut laporan yang sama, Yingfa Ruineng ingin membangun kemitraan jangka panjang dengan pelaku industri di Indonesia. Rencana kerja sama mencakup penyediaan produk lokal, kolaborasi teknis, pengembangan kapasitas manufaktur, penguatan tenaga kerja lokal, hubungan dengan pemasok dalam negeri, serta perluasan layanan teknis.
Perusahaan menyatakan fasilitas produksi lokal dapat memperpendek jalur pasokan dan memudahkan koordinasi teknis bagi pengembang proyek, kontraktor rekayasa, pengadaan, dan konstruksi (EPC), serta produsen panel surya. BCI berharap kapasitas lokalnya membantu produsen panel memenuhi ketentuan TKDN dengan tetap memperhatikan persyaratan sertifikasi produk dan regulasi terkait.
Dalam pengembangan teknologi, Yingfa Ruineng melaporkan efisiensi sel TOPCon sebesar 27,3 persen dan sel BC sebesar 28 persen. Perusahaan menyatakan angka tersebut mengacu pada desain sel dan kondisi pengujian tertentu, serta telah menyelesaikan tahap awal fabrikasi menyeluruh modul surya tandem perovskit/BC.
Pada sel BC, kontak listrik berada di sisi belakang sehingga permukaan depan sel bebas dari kontak listrik. Yingfa Ruineng menyatakan akan menyelaraskan rencana kerja sama dengan kebijakan industri, ketentuan TKDN, dan pengaturan kawasan industri yang berlaku; rencana lainnya mencakup pengembangan teknologi, pelatihan tenaga kerja, serta peningkatan kapasitas manufaktur.