
Keputusan The Fed Memengaruhi Rupiah
11 menit yang lalu
Angga menilai dialog diperlukan agar konser, diplomasi budaya, industri kreatif, dan solidaritas terhadap Palestina dibahas secara seimbang.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan ANTARA, Wasekjen Bidang Hukum, Pertahanan dan Keamanan Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam Angga Putra Pratama menilai perlu ada dialog terbuka mengenai konser Andrea Bocelli. Ia menyebut dialog diperlukan untuk menjaga keseimbangan antara diplomasi budaya, industri kreatif, dan solidaritas terhadap Palestina.
Pernyataan itu disampaikan Angga dalam keterangan di Jakarta pada Kamis (29/10/2026). Promotor Shoemaker Live menyatakan konser akan digelar pada 31 Oktober 2026 di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, dan 3 November 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.
Angga mengatakan konser dapat menjadi peluang memperkuat diplomasi budaya, menggerakkan industri kreatif, dan membuka kolaborasi internasional. Ia menilai dukungan terhadap konser tidak berarti mengesampingkan persoalan kemanusiaan.
Menurut Angga, isu kemanusiaan, diplomasi budaya, dan industri kreatif perlu dibicarakan secara jernih, tanpa menjadikan satu kepentingan sebagai alasan untuk menutup ruang bagi kepentingan lainnya. Ia menyebut solidaritas terhadap Palestina harus tetap menjadi komitmen Indonesia.
Angga menilai konser berskala internasional berpotensi menggerakkan sektor di luar penjualan tiket, seperti perhotelan, transportasi, kuliner, pariwisata, jasa produksi, tata panggung, pencahayaan, dan tata suara. Kegiatan itu juga dapat melibatkan tenaga kerja profesional di bidang kreatif.
Ia mengatakan pekerja kreatif, pelaku usaha, dan sektor pendukung dapat memperoleh manfaat jika ekosistem acara dirancang secara inklusif. Menurut Angga, konser kelas dunia dapat menggerakkan ekonomi apabila dikelola dengan baik dan memberi dampak bagi ekosistem lokal.
Shoemaker Live menyatakan konser bertajuk “Andrea Bocelli Romanza 30th Anniversary World Tour Indonesia” tetap berlangsung sesuai rencana. Menurut laporan yang sama, konser itu akan digelar setelah promotor mendengarkan masukan dari berbagai pihak dan mempertimbangkan aspek pariwisata, kebudayaan, serta ekonomi kreatif.