
Raven Kecerdasan Buatan Bisa Melacak Alamat dari Foto Rumah
13 menit yang lalu
Sekitar 2,6 juta warga Kuba kesulitan memperoleh air minum akibat pemadaman listrik yang terkait kelangkaan bahan bakar.
Terbit · 1 min read

Sekitar 2,6 juta penduduk Kuba kesulitan memperoleh air minum akibat pemadaman listrik yang dipicu kelangkaan bahan bakar, menurut laporan ANTARA yang mengutip Menteri Luar Negeri Kuba Bruno Rodriguez Parrilla.
Parrilla menyampaikan keterangan itu pada Rabu (28/10/2026) dalam pertemuan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), menjelang pemungutan suara atas rancangan resolusi tentang blokade terhadap Kuba.
Dalam pertemuan tersebut, Parrilla menyebut sekitar 85 persen sistem pompa air minum di Kuba bergantung pada listrik. Ia mengatakan 2,6 juta orang menghadapi masalah untuk memperoleh air minum.
Menurut laporan yang sama, Parrilla menilai perkembangan energi di Kuba menjadi jauh lebih rumit akibat tindakan Amerika Serikat (AS), yang oleh Havana dianggap sebagai bagian dari blokade ekonomi yang semakin ketat.
Ia mengatakan pembatasan pasokan bahan bakar berdampak langsung pada operasional infrastruktur vital, termasuk sistem pompa air minum.
Pernyataan itu disampaikan sebelum Majelis Umum PBB melakukan pemungutan suara atas rancangan resolusi bernomor A/81/L.5.
Rancangan tersebut menyerukan diakhirinya blokade ekonomi, komersial, dan keuangan yang diberlakukan AS terhadap Kuba. Laporan ANTARA tidak menyebutkan hasil pemungutan suara.