
Pemerintah Tingkatkan Bedah Rumah dan Dukung UMKM
13 menit yang lalu
Clayface memuncaki pendapatan bioskop Amerika Utara, sementara film dokumenter You Can See Everything bertahan di posisi kedua.
Terbit · 2 min read

Menurut laporan CNN Indonesia, film Clayface menempati puncak daftar pendapatan bioskop Amerika Utara pada pekan debut penayangannya. Film dokumenter You Can See Everything, yang debut sepekan sebelumnya, masih terus menarik penonton.
Clayface meraup US$24 juta di pasar domestik dan US$19 juta di pasar internasional, sehingga perolehan globalnya mencapai US$43 juta.
Menurut laporan yang sama, data Box Office Mojo yang diakses pada Senin (26/10/2026) menunjukkan capaian itu menggeser Street Fighter dari peringkat pertama ke posisi keempat. Film Wildwood debut di posisi ketiga dengan US$11,6 juta, dan Wicker debut di posisi kelima dengan US$5,75 juta.
Street Fighter di pekan keduanya memperoleh US$8,6 juta, sehingga total perolehan domestiknya menjadi US$46,9 juta. Angka pekan ini turun 72,1 persen dari pekan sebelumnya.
Dari pasar internasional, Street Fighter mencatat US$32,7 juta, sehingga pendapatan globalnya menjadi US$79,6 juta.
Berbeda dengan Street Fighter yang merosot tajam, You Can See Everything bertahan di posisi kedua. Perolehannya naik 25 persen dari pekan sebelumnya menjadi US$19,5 juta, dengan total domestik US$45,1 juta.
Menurut Variety pada Minggu (25/10/2026), seperti dikutip laporan tersebut, capaian itu menandai awal terbaik bagi film dokumenter non-musikal dalam 20 tahun terakhir.
Paul Dergarabedian, kepala tren pasar di Rentrak, menilai memulai penayangan film itu di 855 bioskop adalah langkah cerdas. Menurut dia, strategi tersebut memberi film ruang membangun pijakan dan momentum sebelum diperluas ke lebih banyak lokasi. Ia juga menyebut kenaikan pendapatan yang begitu signifikan pada akhir pekan kedua sebagai hal luar biasa bagi sebuah film dokumenter.
Laporan itu menyebut fenomena tersebut berlanjut di kalangan pengamat film, yang kini meyakini film itu berpotensi menjadi dokumenter pertama yang meraih nominasi Film Terbaik di ajang Oscar. You Can See Everything mengikuti kisah Elizabeth Holmes, pendiri perusahaan teknologi kesehatan Theranos yang kini telah tutup, bersama pasangannya, Billy Evans. Keduanya mengundang tim produksi untuk mendokumentasikan kehidupan mereka, dimulai beberapa minggu sebelum Holmes menjalani hukuman penjara federal di Amerika Serikat akibat kasus penipuan terhadap investor.