
FATF Keluarkan Empat Negara dari Daftar Pengawasan
11 menit yang lalu
Program Bidan Cahaya mendukung pelayanan kesehatan di dusun terpencil Majene.
Terbit · 1 min read

Yayasan Baitul Maal (YBM) PT PLN (Persero) menghadirkan Program Bidan Cahaya untuk mendukung tenaga kesehatan di wilayah terpencil dan mendekatkan layanan kepada warga pelosok Kabupaten Majene, Sulawesi Barat. Menurut laporan ANTARA, salah satu penerima manfaatnya adalah Bidan Husniati.
Husniati melayani warga di Dusun Belalang, Belia, Ratte, Adolang, dan Coci. Laporan ANTARA yang terbit pada 31 Oktober 2026 menyebut Dusun Coci sebagai salah satu wilayah yang sulit dijangkau.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat Didik Wicaksono mengatakan dukungan kepada bidan di wilayah terpencil merupakan bagian dari kepedulian PLN terhadap kesejahteraan masyarakat dan akses pelayanan kesehatan.
“Dedikasi para bidan yang tetap hadir di tengah keterbatasan menjadi pengingat bahwa kepedulian harus menjangkau semua lapisan masyarakat,” ujar Didik, menurut laporan ANTARA.
Husniati telah menjalani profesi bidan selama sekitar enam tahun dan memilih mengabdi di tanah kelahirannya. Ia memberikan pemeriksaan kesehatan serta edukasi mengenai kesehatan ibu dan anak, kebersihan diri, dan lingkungan.
Untuk mencapai wilayah pelayanan, Husniati menempuh perjalanan sekitar dua jam dengan sepeda motor, menyeberangi sungai, lalu berjalan kaki sekitar satu jam. Tantangan geografis itu menjadi bagian dari kesehariannya.
Sebelum bergabung dengan Program Bidan Cahaya pada Februari 2024, Husniati mengandalkan kontribusi sukarela pasien untuk menunjang pelayanan. Keterbatasan peralatan juga menjadi kendala yang dihadapinya.
Di luar pekerjaannya, Husniati berupaya membantu pendidikan dua adiknya serta menjalankan perannya sebagai istri dan ibu dari dua anak. Ia berharap dukungan program dapat membantu keberlanjutan layanan bagi ibu hamil, ibu setelah melahirkan, bayi, dan anak-anak.
“Saya berharap masyarakat semakin mudah mendapatkan pelayanan kesehatan, terutama ibu hamil, ibu setelah melahirkan, bayi, dan anak-anak. Semoga saya bisa terus mendampingi warga dan memberikan pelayanan terbaik, meskipun banyak keterbatasan yang harus dihadapi,” ujar Husniati, menurut laporan ANTARA. Program yang diinisiasi YBM PLN itu disebut bertujuan mendukung bidan di wilayah dengan akses layanan kesehatan terbatas.