
Roy Suryo Minta Silfester Dihadirkan ke Sidang
10 menit yang lalu
Kerja sama lintas negara mengungkap laboratorium sabu cair di Aceh dan jaringan penyelundup narkotika.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan ANTARA, Polri dan Komisi Nasional Pengendali Narkotika Tiongkok (NNCC) memperkuat kerja sama untuk mengungkap jaringan penyelundupan narkotika cair lintas negara. Kapolri Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto menyampaikan hal itu di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jakarta, pada Rabu (28/10/2026).
Kerja sama tersebut terkait pengungkapan laboratorium narkoba di Kabupaten Pidie, Aceh, pada Oktober 2026. Laboratorium itu mengolah sabu cair menjadi sabu kristal; sebanyak 11 orang diamankan dan 1,2 ton sabu disita.
Dari 11 orang yang diamankan, 10 telah ditetapkan sebagai tersangka. Dittipidnarkoba Bareskrim Polri menyebut para tersangka terdiri atas dua warga negara China dan delapan warga negara Indonesia.
Menurut laporan yang sama, Suyudi mengatakan penyidik masih memburu pihak pemodal dalam kasus tersebut. Ia menyatakan Polri akan terus meningkatkan kerja sama untuk memberantas narkotika dan mendukung upaya pemerintah Tiongkok mengungkap jaringan yang lebih besar.
Wakil Sekretaris Jenderal NNCC Tiongkok Lan Weihong mengatakan pihaknya menemukan petunjuk jaringan penyelundupan narkotika cair di Myanmar, Thailand, dan Laos pada 2025. Setelah penyelidikan selama setahun, NNCC melaporkan informasi itu kepada Badan Narkotika Nasional (BNN) RI pada September 2026.
Dengan dukungan NNCC Tiongkok dan bagian pengendali narkotika Kepolisian Malaysia, BNN RI, Polri, serta instansi terkait membongkar laboratorium di Aceh pada Oktober 2026. Weihong mengatakan jaringan tersebut telah beberapa kali menyelundupkan narkotika cair ke Indonesia.
Dua tersangka warga negara China disebut berperan sebagai koki atau ahli kimia yang mengolah sabu cair menjadi sabu kristal. Keduanya dijemput oleh tersangka warga negara Indonesia di Malaysia sebelum dibawa ke Aceh.
Weihong juga menyebut NNCC Tiongkok menangkap tujuh orang di Tiongkok terkait jaringan narkotika cair. Ia berharap kerja sama Indonesia dan Tiongkok dalam pemberantasan narkotika dapat berkontribusi lebih besar bagi keamanan publik dan kesejahteraan masyarakat.