
Sekolah Rakyat di Sulsel Diklaim Bantu Tekan Kemiskinan
12 menit yang lalu
Otzma Yehudit milik Itamar Ben Gvir diperkirakan meraih kursi jauh di bawah target pada pemilu parlemen Israel.
Terbit · 1 min read

Otzma Yehudit, partai sayap kanan milik Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben Gvir, gagal meraih jumlah kursi yang ditargetkan dalam pemilihan parlemen pada Selasa (27/10/2026). Menurut laporan CNN Indonesia, partai itu hanya memperoleh kurang dari 10 kursi dari target dua digit.
Dilansir dari Ynet News, Ben Gvir kecewa setelah jajak pendapat seusai pemungutan suara yang dipublikasikan Channel 12 dan Channel 13 menunjukkan partainya hanya meraih 6 kursi.
Ben Gvir tidak menanggapi hasil jajak pendapat itu ketika tiba di markas Otzma Yehudit pada Selasa sesaat sebelum tengah malam. Kepada para pendukungnya, ia kemudian menyatakan masih percaya bahwa hasil pemungutan suara dapat berubah.
Ia mengatakan malam masih panjang dan menyatakan percaya serta berharap kubunya hampir membentuk pemerintahan sayap kanan, dengan pertolongan Tuhan.
Partai Ben Gvir maju sendiri tanpa bergabung dengan blok mana pun di pemilu parlemen kali ini. Pada pemilu sebelumnya, partainya bergabung dengan Partai Religious Zionism milik Menteri Keuangan Bezalel Smotrich dan memenangkan 14 kursi.
Menurut laporan yang sama, Ben Gvir telah menyampaikan harapan agar partainya kali ini meraih suara setara atau lebih besar dari 14 kursi. Namun, hasil sementara perolehan suara masih jauh dari harapan tersebut.
Dalam pidato yang sama, Ben Gvir menepis dugaan bahwa partainya bakal berkoalisi dengan partai oposisi milik mantan panglima militer Gadi Eisenkot. Ia berujar prospek itu tidak akan terjadi karena pemerintahan Eisenkot disebutnya akan menjadi pemerintahan yang lumpuh.
Ben Gvir juga menyebut bahwa hanya dua menit setelah jajak pendapat dirilis, sudah terdengar pembicaraan soal pemerintahan persatuan dengan Eisenkot. Menurutnya, pemerintahan seperti itu hanya akan berujung pada kelumpuhan.
Belum ada pembicaraan langsung mengenai apakah Ben Gvir akan kembali berkoalisi dengan blok Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Meski begitu, partainya merupakan mitra tradisional Partai Likud milik Netanyahu.