
Lima Kecenderungan yang Dikaitkan dengan Penggemar Horor
11 menit yang lalu
Korban disebut mencakup mantan anggota TNI dan Polri; lima laporan memuat 58 korban.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan ANTARA, Direktur PPA-PPO Bareskrim Polri Brigjen Pol. Nurul Azizah mengatakan korban perdagangan orang dengan modus perekrutan tentara bayaran Rusia mencakup mantan anggota TNI dan Polri.
Nurul menyampaikan keterangan itu di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (2/11/2026). Ia mengatakan perekrutan tidak hanya menyasar warga sipil.
Menurut laporan yang sama, korban tidak secara terang-terangan ditawari pekerjaan sebagai tentara bayaran. Mereka ditawari pekerjaan lain, antara lain sebagai pekerja logistik.
Kasubdit 3 Dittipid PPA-PPO Bareskrim Polri Kombes Pol. Yolanda Evalyn Sebayang menjelaskan modus dalam laporan polisi yang ditangani Polres Bogor. Dalam laporan itu tercatat dua tersangka, satu orang dalam daftar pencarian orang, dan 22 korban.
Yolanda mengatakan korban ditawari pekerjaan melalui iklan di media sosial, dengan pilihan pekerjaan di sejumlah negara dan iming-iming gaji besar. Setelah mengisi tautan pendaftaran, mereka dihubungi dan dijemput oleh pelaku.
Saat dijemput, para korban baru diberi tahu bahwa pekerjaan yang ditawarkan sebenarnya menjadi tentara bayaran di Rusia. Jika setuju, mereka menandatangani perjanjian keberangkatan.
Menurut laporan yang sama, korban yang menolak atau meminta dipulangkan diwajibkan mengganti biaya transportasi ke daerah asal masing-masing. Yolanda mengimbau masyarakat mewaspadai tawaran pekerjaan di luar negeri yang menjadi kedok perekrutan tentara bayaran Rusia.
Dittipid PPA-PPO Bareskrim Polri bersama direktorat reserse PPA-PPO di jajaran Polda menangani lima laporan polisi terkait modus tersebut. Dari lima laporan itu, telah ditetapkan 13 tersangka dan tercatat 58 korban.