
Tavares Waspadai Persija, Minta Persebaya Minim Kesalahan
13 menit yang lalu
Sejumlah kebiasaan, termasuk membandingkan diri dan sulit menolak permintaan, dapat berkaitan dengan rasa tidak aman.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan ANTARA dari Jakarta, rasa tidak aman terhadap diri sendiri dapat terlihat melalui sejumlah kebiasaan, seperti membandingkan diri dengan orang lain dan berusaha selalu tampak sempurna. Laporan yang ditulis Raissa Kusuma Hapsari itu diterbitkan pada Sabtu (7/11/2026).
ANTARA menyebut tanda-tanda tersebut dapat mencakup penilaian negatif terhadap diri sendiri. Kebiasaan itu juga dapat muncul dari rasa takut melakukan kesalahan, ditolak, atau tidak diterima.
Mengutip WebMD, laporan itu menjelaskan bahwa seseorang mungkin merasa dirinya tidak berharga dan terus berpikir negatif tentang dirinya. Upaya menampilkan kehidupan yang tampak sempurna di media sosial juga dapat membuat seseorang bergantung pada penilaian orang lain untuk merasa berharga.
Terlalu sering meminta maaf juga disebut dapat berkaitan dengan rasa takut merepotkan orang lain, melakukan kesalahan, menghadapi konflik, atau ditolak. Kebiasaan itu, menurut laporan ANTARA, dapat membuat orang lain bingung dan memicu ketegangan.
Ciri lain yang diuraikan adalah menetapkan standar sangat tinggi dan sulit puas terhadap pencapaian sendiri. Contohnya, seseorang merasa penampilannya harus selalu sempurna agar diterima atau terus memeriksa pekerjaan karena takut dinilai tidak mampu.
Laporan tersebut juga menyebut sikap membanggakan kemampuan secara berlebihan atau merendahkan orang lain sebagai kemungkinan tanda. Perilaku merendahkan orang lain, menurut ANTARA, dapat muncul dari keinginan untuk merasa lebih unggul; laporan itu mengingatkan tidak semua orang yang merasa tidak aman melakukan hal tersebut.
Rasa iri dan kebiasaan membandingkan pencapaian atau penampilan dengan orang lain juga termasuk tanda yang diuraikan. Laporan itu menyebut kebiasaan membandingkan diri dapat membuat seseorang lebih berfokus pada kelebihan orang lain daripada perkembangannya sendiri.
Mengutip Verywell Mind, ANTARA menyebut sebagian orang sulit menolak permintaan karena takut mengecewakan orang lain. Mereka berusaha menyenangkan orang lain dengan mengabaikan diri sendiri demi diterima dan disukai.