
Unhas Pertahankan Juara Umum Pimnas 2026
25 menit yang lalu
Bukti yang tersedia belum memastikan mandi setelah makan berbahaya, sementara beberapa kebiasaan lain dapat memengaruhi pencernaan.
Terbit · 1 min read

ANTARA membahas anggapan bahwa mandi segera setelah makan dapat mengganggu pencernaan. Laporan itu menyebut belum ada penelitian yang mengonfirmasi bahwa kebiasaan tersebut berbahaya bagi tubuh.
Menurut Healthline, mandi air hangat dapat meningkatkan suhu tubuh bagian dalam sekitar satu hingga dua derajat. Kenaikan suhu juga terjadi setelah makan, ketika tubuh mengalirkan lebih banyak darah ke organ pencernaan.
Sejumlah orang berpendapat mandi setelah makan bisa membuat aliran darah beralih dari sistem pencernaan ke kulit. Kondisi itu dikhawatirkan memicu kram atau kembung, tetapi dugaan tersebut belum dipastikan melalui penelitian.
Laporan ANTARA menyebut mandi air dingin tidak meningkatkan suhu tubuh seperti mandi air panas. Laporan yang sama menyatakan mandi air dingin tidak mengalihkan aliran darah dari organ pencernaan.
ANTARA juga menyebut mandi air dingin dapat meningkatkan metabolisme dan pembakaran lemak dari makanan yang baru disantap. Namun, laporan tersebut tidak merinci penelitian atau sumber khusus untuk klaim itu.
Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, para ahli yang dikutip dalam laporan ANTARA menyarankan menunggu 30 menit setelah makan sebelum mandi. Sumber tidak menyebutkan nama para ahli tersebut.
Laporan itu turut membahas kebiasaan lain setelah makan. Menyikat gigi saat sisa makanan atau minuman asam masih melunakkan enamel dapat meningkatkan risiko pengikisan lapisan terluar gigi.
Olahraga setelah makan disebut dapat meningkatkan suhu tubuh dan membuat sistem kardiovaskular bekerja lebih aktif, sehingga aliran darah bisa menjauhi lambung dan usus. Berenang di kolam hangat disebut tidak menaikkan suhu tubuh secara drastis, meski kram otot ringan mungkin terjadi.
Tidur setelah makan dapat melemahkan pengaruh gravitasi yang membantu makanan bergerak dari kerongkongan ke lambung. Menurut laporan ANTARA, keadaan itu dapat membuat isi lambung lebih mudah naik kembali dan menimbulkan sensasi panas di dada atau gangguan pencernaan lain.