
PU Terapkan BIM untuk Sekolah Rakyat Tahap II
9 menit yang lalu
Biopsi memastikan diagnosis serta jenis kanker payudara sebagai dasar pemilihan terapi bagi pasien.
Terbit · 2 min read

Menurut laporan ANTARA, biopsi berperan penting dalam penanganan kanker payudara karena pemeriksaan ini dapat memastikan diagnosis sekaligus mengidentifikasi jenis dan subtipe kanker yang menjadi dasar pemilihan terapi bagi pasien.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Hematologi Onkologi Medik MRCCC Siloam Semanggi, Dr. dr. Jeffry Beta Tenggara, Sp.PD-KHOM, menyampaikan hal itu dalam diskusi Bulan Kesadaran Kanker Payudara MRCCC Siloam Semanggi di Jakarta, Rabu (28/10/2026). Ia menyebut penanganan kanker payudara tidak dapat disamaratakan karena setiap pasien memiliki karakteristik penyakit yang berbeda.
Jeffry menjelaskan, biopsi diperlukan untuk memastikan apakah benjolan yang ditemukan merupakan kanker, sekaligus mengetahui jenis dan subtipenya. Hasil pemeriksaan itu menjadi salah satu dasar dokter menentukan terapi, sebab setiap tipe kanker dapat memerlukan pendekatan pengobatan yang berbeda.
Menurut laporan yang sama, penentuan terapi juga membutuhkan koordinasi lintas disiplin, termasuk antara dokter onkologi medik dan dokter bedah onkologi. Tim medis perlu mendiskusikan urutan pengobatan berdasarkan kondisi klinis pasien, yakni apakah terapi obat diberikan terlebih dahulu atau pasien dapat langsung menjalani operasi.
Selain penanganan medis, Jeffry menekankan pentingnya dukungan emosional bagi pasien setelah menerima diagnosis kanker. Keluarga dan orang terdekat perlu memberi waktu bagi pasien untuk menerima kondisinya tanpa menuntut pasien selalu terlihat kuat. "Kasih waktu dulu," ujarnya, seraya mengingatkan bahwa dukungan yang terburu-buru justru dapat menambah tekanan psikologis pasien.
Dokter Spesialis Bedah Onkologi MRCCC Siloam Semanggi, Dr. dr. Denni Joko Purwanto, Sp.B(K)Onk, mengingatkan perempuan agar memeriksa payudara sendiri dan berkonsultasi dengan tenaga medis bila menemukan perubahan yang mencurigakan. "Jangan takut dan jangan terlambat," kata Denni, yang menekankan pentingnya deteksi dini dan pemeriksaan medis untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya.
Penyintas kanker payudara Flavia Sungkit mengatakan, diagnosis kanker menjadi salah satu fase terberat yang harus dihadapi. Ia mengaku menemukan benjolan saat memeriksa payudara sendiri, lalu menjalani pemeriksaan lanjutan hingga biopsi.
"Kanker itu bukan hanya penyakit fisik, menurut saya, tapi juga mental," ujar Flavia. Ia menilai dukungan keluarga dan orang terdekat berperan penting selama pengobatan, terutama dalam menghadapi tantangan fisik dan psikologis akibat penyakit tersebut.
Pendampingan yang menyeluruh, mulai dari penegakan diagnosis dan penentuan terapi hingga pemulihan, diharapkan dapat membantu pasien menjalani pengobatan serta menjaga kualitas hidupnya.