
Rutinitas Ibadah dan Pengelolaan Stres
14 menit yang lalu
BMKG mengingatkan risiko gelombang tinggi, banjir rob, dan awan hujan di sejumlah wilayah.
Terbit · 1 min read

BMKG mengingatkan nelayan dan pengguna transportasi laut agar mewaspadai gelombang setinggi 2,5 hingga 4 meter di Samudera Hindia selatan Jawa Timur. Peringatan itu disampaikan prakirawan cuaca BMKG Bintari, menurut laporan ANTARA.
Bintari menyampaikan informasi tersebut di Jakarta pada Selasa (27/10/2026). Selain gelombang tinggi, masyarakat pesisir diminta menyesuaikan kegiatan dengan kondisi pasang air laut karena berpotensi terjadi banjir rob.
Potensi banjir rob mencakup pesisir Sumatera Utara, Sumatera Barat, Lampung, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Bali. Risiko serupa juga disebut dapat terjadi di pesisir Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara, serta Maluku Tengah.
Bintari juga mengingatkan pengguna transportasi udara terhadap awan hujan atau kumulonimbus. Wilayah yang disebut meliputi Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah.
Peringatan awan hujan itu juga berlaku di Papua, Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua Selatan, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan, serta Samudera Hindia bagian barat, Kepulauan Nias, Laut Natuna Utara, bagian utara Selat Karimata, dan bagian timur Laut Sulawesi, menurut laporan yang sama.
BMKG memprakirakan sebagian besar wilayah Indonesia berpotensi mengalami hujan ringan pada Selasa (27/10/2026). Wilayah yang disebut meliputi Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Padang, Bengkulu, Palembang, Pangkal Pinang, Serang, Semarang, Surabaya, Pasar, Mataram, Pontianak, Palangkaraya, Banjarmasin, Samarinda, Tanjung Selor, Makassar, Mamuju, Palu, Gorontalo, Manado, Sorong, Manokwari, Nabire, Jayapura, Jayawijaya, dan Merauke.
Untuk prakiraan cuaca lainnya, BMKG memperkirakan hujan sedang di Bandung dan Yogyakarta, sementara Tanjung Pinang berpotensi mengalami hujan disertai petir. Jakarta dan Ternate diprakirakan berawan tebal, sedangkan Kupang berawan. Potensi udara kabur diprakirakan terjadi di Jambi, Bandar Lampung, Ambon, dan Kendari.
BMKG menyebut cuaca kering masih mendominasi, tetapi hujan sedang hingga lebat tetap dapat terjadi secara lokal. Masyarakat juga diminta mewaspadai risiko kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan.