
Wamenkeu Ingatkan Risiko Penggunaan AI
12 menit yang lalu
Komunikasi tulus dan harapan yang realistis dapat membantu membuka kembali hubungan dengan teman lama.
Terbit · 1 min read

Konselor kesehatan mental dan psikoterapis Daryl Appleton serta terapis Cheryl Groskopf menyarankan komunikasi yang tulus untuk membuka kembali persahabatan yang merenggang atau terputus. Menurut laporan ANTARA, keduanya menjelaskan bahwa hubungan dapat berubah ketika rutinitas dan kesempatan untuk bertemu berkurang.
Laporan ANTARA yang terbit pada 29 Oktober 2026 itu mengutip siaran Real Simple pada Selasa (27/10/2026). Dalam siaran tersebut, Appleton dan Groskopf membahas cara menghubungi kembali teman lama.
Appleton mengatakan banyak persahabatan terbentuk melalui rutinitas bersama. Ketika rutinitas itu berakhir, hubungan dapat kehilangan kesempatan untuk terpelihara lewat pertemuan sehari-hari.
Groskopf menjelaskan bahwa konsistensi, kedekatan, dan pengalaman bersama turut mengembangkan persahabatan. Berkurangnya pertemuan membuat kesempatan alami untuk menjaga koneksi ikut menyusut.
Perselisihan kecil yang menumpuk dapat meretakkan persahabatan, sementara perubahan jalan hidup juga bisa membuat hubungan menjauh secara alami. Untuk memulai kembali komunikasi, Appleton menyarankan pesan jujur yang menyampaikan alasan seseorang teringat kepada temannya, tanpa harus mengungkit luka lama.
Menurut Appleton, percakapan dapat dimulai dengan pertanyaan ringan atau kenangan menyenangkan. Groskopf menyarankan pesan yang personal, misalnya menyebut kenangan atau lelucon khas yang dimiliki bersama.
Appleton juga menyarankan orang yang lebih dulu menjauh agar mengakui hal itu secara terus terang dan bertanggung jawab atas tindakannya. Ia mengingatkan agar komunikasi tidak dipenuhi rasa bersalah, karena hal tersebut dapat membuat penerima pesan merasa harus menghibur pengirimnya.
Groskopf mengingatkan bahwa menghubungi teman lama hanya membuka peluang untuk kembali terhubung, bukan menjamin hubungan pulih sepenuhnya. Teman yang dihubungi mungkin merespons dengan senang, membutuhkan waktu, atau memilih tidak melanjutkan komunikasi; hubungan yang pulih pun belum tentu kembali seperti dahulu karena kedua pihak telah berubah.