
Studi: Es Kutub Mengubah Bentuk Bumi
12 menit yang lalu
Kafein berlebih dapat mengganggu tidur, memicu jantung berdebar, dan menimbulkan keluhan lain.
Terbit · 1 min read

Konsumsi kafein berlebihan dapat menimbulkan gangguan kesehatan, mulai dari sulit tidur dan jantung berdebar hingga kecemasan. Menurut laporan CNBC Indonesia, tanda lainnya meliputi tekanan darah meningkat, gangguan pencernaan, sakit kepala, pusing, dan gejala putus kafein. Paparan tersebut mengutip Health.
Laporan CNBC Indonesia itu diterbitkan pada Jumat (30/10/2026). Kafein dapat ditemukan dalam kopi, teh, minuman energi, cokelat, minuman bersoda, serta sejumlah obat dan suplemen.
Asupan dari berbagai sumber tersebut dapat menumpuk tanpa disadari. Kafein menghambat adenosin, senyawa di otak yang berperan menimbulkan rasa kantuk; konsumsi berlebihan atau terlalu dekat dengan waktu tidur dapat mengganggu istirahat.
Kafein berlebih juga dapat meningkatkan aktivitas sistem saraf dan memengaruhi detak jantung. Efek jantung berdebar bisa lebih terasa pada orang yang sensitif terhadap kafein atau memiliki masalah irama jantung.
Tekanan darah dapat meningkat sementara setelah konsumsi kafein, dengan pengaruh yang berbeda menurut sensitivitas tubuh, jumlah asupan, dan kebiasaan. Kafein juga dapat memicu rasa tidak nyaman di perut atau sensasi panas di dada pada sebagian orang.
Menurut laporan yang sama, kafein dapat berkaitan dengan sakit kepala, meski pengaruhnya berbeda-beda. Konsumsi berlebihan atau perubahan asupan secara mendadak dapat memicu keluhan, sementara sebagian orang yang rutin minum kopi bisa mengalami sakit kepala saat mengurangi atau berhenti.
Stimulasi sistem saraf akibat kafein berlebih dapat menimbulkan kegelisahan, kecemasan, mudah tersinggung, atau tangan gemetar. Gejala ini dapat muncul lebih cepat pada orang yang sensitif terhadap kafein. Pusing juga dapat terjadi dan bisa berkaitan dengan efek stimulan, perubahan tekanan darah, maupun gangguan tidur.
Orang yang mengurangi atau berhenti mengonsumsi kafein setelah terbiasa dapat mengalami sakit kepala, kelelahan, mudah tersinggung, kantuk, dan sulit berkonsentrasi. Gejala putus kafein dapat mulai muncul sekitar 12-24 jam setelah konsumsi terakhir dan umumnya mereda dalam beberapa hari, meski pada sebagian orang berlangsung hingga sekitar satu minggu; laporan tersebut menyarankan pengurangan bertahap bila sebelumnya kafein dikonsumsi dalam jumlah besar.