
Bencana 2025 Tekan Harga Pangan Aceh
15 menit yang lalu
The Co-op menggunakan AI untuk menganalisis percakapan pegawai, sementara serikat pekerja mengkritik sistem itu.
Terbit · 1 min read

The Co-op, perusahaan jasa hukum keanggotaan asal Inggris, menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk menganalisis percakapan telepon pegawai. Menurut laporan CNBC Indonesia, sistem tersebut menggunakan model AI dari OpenAI dan menganalisis lebih dari 50 aspek percakapan.
Laporan itu tidak menyebut kapan pemantauan berlangsung. Percakapan yang dipantau adalah percakapan telepon pegawai The Co-op.
Seorang pegawai yang dikutip The Guardian mengatakan pemantauan dilakukan secara terus-menerus dan setiap kata yang diucapkan dicatat. Ia menggambarkan kondisi itu sebagai pengalaman yang membuat lingkungan kerja terasa tidak manusiawi.
The Co-op menyatakan AI hanya menjadi alat pendukung dan bukan pihak yang menentukan hasil akhir. Serikat pekerja menolak penjelasan tersebut dan menilai sistem itu tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Serikat pekerja juga menyatakan bahwa pekerja berhak dihormati, bukan dinilai terus-menerus oleh mesin. Pernyataan tersebut disampaikan dalam laporan CNBC Indonesia.
Laporan CNBC Indonesia menyebut survei ExpressVPN yang mencatat 61 persen tempat kerja telah menggunakan AI untuk mengukur kinerja karyawan. Namun, bahan tidak merinci metode survei atau cakupan respondennya.
Laporan yang sama menyebut Burger King mewajibkan karyawan memakai alat pendengar yang terhubung dengan AI untuk memantau keramahan pelayanan dan memberikan instruksi melalui pesan otomatis. Meta juga dikabarkan merekam ketikan dan tampilan layar untuk melatih AI perusahaan.
Para pengamat yang dikutip dalam laporan itu menilai penggunaan AI dapat mengubah sifat kerja, menambah beban dan tekanan pengawasan, serta mendorong standar kerja yang tidak manusiawi. Mereka juga menyoroti perbedaan antara mesin yang tidak lelah dan pekerja yang dapat menyesuaikan perilaku demi memenuhi standar mesin.