
Pemkab Bima Susun Peta Jalan Sekolah Rusak
13 menit yang lalu
PSSI berkoordinasi dengan kepolisian terkait penyerangan setelah laga di Stadion Pakansari.
Terbit · 1 min read

Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengatakan telah berkoordinasi dengan kepolisian agar bentrokan antarsuporter ditindak tegas sesuai hukum. Menurut laporan ANTARA, ia menyampaikan hal itu di Jakarta, Senin (26/10/2026), saat menanggapi penyerangan terhadap dua suporter setelah laga Garudayaksa versus Persib.
Kedua suporter itu diserang orang tak dikenal bersenjata tajam setelah pulang menonton pertandingan di Stadion Pakansari, Jawa Barat.
Erick mengatakan keselamatan suporter harus menjadi perhatian utama dalam penyelenggaraan pertandingan. “Suporter itu harus bisa pulang ke rumah dengan selamat,” kata Erick, menurut laporan ANTARA.
Ia menyatakan sanksi diberikan sesuai kewenangan masing-masing. Jika insiden berpotensi merupakan tindak kriminal, PSSI akan mendorong agar kasus diusut tuntas.
Untuk pelanggaran yang terkait perilaku negatif suporter, tim dan komunitas fan harus menerima konsekuensi sesuai tingkat pelanggaran, termasuk kemungkinan pengurangan poin bagi klub.
Erick menyebut klub, penyelenggara kompetisi, komunitas fan, dan kepolisian memiliki tanggung jawab masing-masing. Menurut laporan yang sama, ia mengatakan PSSI menunggu penyelidikan polisi atas penyerangan setelah laga di Pakansari.
Erick berharap penyidik memastikan apakah penyerangan itu merupakan tindak kriminal atau berkaitan dengan persaingan antarsuporter. Ia mengatakan telah menghubungi kapolres terkait agar kasus ditangani tegas.
Erick juga berharap sepak bola dapat menjadi sarana pemersatu masyarakat. Ia menilai keberhasilan tim nasional menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 menunjukkan olahraga dapat menyatukan masyarakat melalui dukungan yang masif dan konstruktif.