
Pemprov Jateng Tindak Lanjuti Aspirasi Warga Cilacap
20 menit yang lalu
Peta jalan penanganan sekolah rusak disiapkan melalui lokakarya bersama pemerintah daerah, organisasi masyarakat sipil, dan akademisi.
Terbit · 2 min read

Pemerintah Kabupaten Bima di Nusa Tenggara Barat menyusun peta jalan penanganan infrastruktur sekolah rusak untuk memperkuat perencanaan perbaikan fasilitas pendidikan dasar. Dokumen strategis ini dirancang agar penataan sarana belajar berjalan terukur, berbasis data, dan berkelanjutan.
Menurut laporan ANTARA, agenda tersebut dibahas dalam lokakarya bersama organisasi masyarakat sipil dan akademisi di Kota Bima pada Senin (26/10/2026). Pertemuan ini mempertemukan pemerintah daerah dengan Yayasan Penguatan Partisipasi, Inisiatif dan Kemitraan Masyarakat Indonesia serta Yayasan Bina Masyarakat Sejahtera Ambalawi.
Akademisi Universitas Muhammadiyah Bima Ihlas Hasan turut dihadirkan sebagai pembicara utama untuk memperkuat kajian ilmiah Program Sekolah Aman. Kehadiran akademisi difungsikan sebagai mitra pemikir dan fasilitator dalam mengevaluasi kebutuhan lapangan serta merumuskan rekomendasi kebijakan.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Bima Fatahullah menyampaikan bahwa pembenahan fasilitas pendidikan memerlukan perencanaan yang komprehensif. "Penanganan infrastruktur sekolah tidak bisa dilakukan secara parsial. Diperlukan data yang akurat, pemetaan kebutuhan, integrasi program, serta pembagian peran yang jelas agar upaya perbaikan berjalan efektif," katanya.
Fatahullah menjelaskan bahwa peta jalan ini nantinya memuat arah kebijakan, tahapan pelaksanaan, prioritas penanganan, serta target pembangunan dan perawatan gedung sekolah. Keterlibatan multipihak dinilai krusial untuk memastikan seluruh program sejalan dengan kondisi riil di tingkat satuan pendidikan.
Menurut laporan yang sama, Koordinator Lapangan YISA Ambalawi Mbojo Hersan Hadi menyebut lokakarya bertujuan memperbarui data dasar kerusakan sekolah dan menyepakati skala prioritas penanganan. Hasil pembahasan diarahkan untuk memfinalisasi rancangan peta jalan perbaikan infrastruktur sekolah tingkat Kabupaten Bima agar dapat menjadi acuan resmi pemerintah daerah.
Pendampingan lewat Program Sekolah Aman sendiri telah berjalan sejak 2025 di Kecamatan Soromandi dan Wera dengan mendampingi delapan sekolah dasar. Fasilitas pendidikan yang masuk dalam program ini meliputi SDN Inpres Lewintana, SDN Teh, SDN Sowa, serta SDN Inpres Sai di Soromandi.
Selain menyasar perbaikan fasilitas sekolah yang mengalami kerusakan berat, program tersebut mencakup pelatihan guru dan penyaluran buku bacaan serta alat peraga. Berdasarkan data pengelola program, capaian literasi di sekolah dampingan meningkat hingga 68 persen atau sekitar 295 siswa.