
Pemprov Jateng Tindak Lanjuti Aspirasi Warga Cilacap
19 menit yang lalu
Program KKSB 2026 diikuti 45 proposal dan menyeleksi tiga kabupaten sebagai nominasi.
Terbit · 1 min read

Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution mendukung pemerintah kabupaten dan kota mengembangkan desa serta kelurahan kreatif melalui program Kampung Kreatif Sumut Berkah (KKSB) 2026. Menurut laporan ANTARA, Bobby menyampaikan dukungan itu setelah mendengarkan paparan nominasi di Kantor Gubernur Sumut, Medan, pada Senin (26/10/2026).
Program tersebut diikuti 45 proposal dari desa dan kelurahan di seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Utara. Tim penjaringan telah menyelesaikan evaluasi, termasuk rapat pleno hasil penilaian, verifikasi, dan validasi lapangan.
Bobby mengatakan program itu diharapkan memperkuat identitas dan kreativitas lokal, meningkatkan produktivitas kawasan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Ia menyebut salah satu indikator penilaian adalah adanya persoalan di desa yang disertai potensi untuk dikembangkan.
Sebagai contoh, Bobby menyebut aliran sungai atau anak sungai yang mengganggu pemandangan atau menjadi tempat pembuangan sampah. Menurutnya, persoalan tersebut dapat diubah menjadi solusi yang sekaligus membuka potensi ekonomi.
Tiga kabupaten yang masuk nominasi pemenang ialah Serdang Bedagai, Deli Serdang, dan Humbang Hasundutan. Paparan nominasi disampaikan oleh para bupati dari ketiga kabupaten tersebut.
KKSB 2026 merupakan Program Strategis Daerah pada masa kepemimpinan Bobby dan Wakil Gubernur Sumut Surya. Pemerintah Provinsi Sumut menyiapkan bantuan khusus hingga Rp50 miliar untuk mendukung pelaksanaan program.
Bupati Deli Serdang Asri Ludin Tambunan memaparkan rencana pengembangan sentra wisata tanaman hias bernama Harapan Square. Kawasan itu direncanakan berada di Dusun VII–XI, Desa Bangun Sari Baru, Kecamatan Tanjungmorawa, Kabupaten Deli Serdang.
Asri mengatakan desa tersebut berada di dataran rendah, sekitar 25 kilometer dari Kota Medan, dan dinilai berpotensi menjadi tujuan wisata bagi pengunjung yang baru tiba di Bandara Internasional Kualanamu. Ia menyebut warga setempat telah menjual tanaman hias, tetapi kawasan itu belum tertata.