
Trump Pertimbangkan Serangan Baru ke Iran
12 menit yang lalu
Produksi film melibatkan kru Indonesia dan membangun 14 set untuk menggambarkan Malaya pada 1948.
Terbit · 1 min read

Film drama perang sejarah The Ghost and the Gun, yang juga berjudul Peluru Senja, diproduksi sepenuhnya di Bali dengan melibatkan kru dan pemain Indonesia. Menurut laporan CNBC Indonesia, hal itu disampaikan dalam konferensi pers dan penayangan perdana film di Jakarta pada Jumat (23/10/2026).
CEO sekaligus produser eksekutif Viking Sunset Studios, Bo Holmgreen, mengatakan Bali dipilih karena kondisi alamnya sesuai dengan kebutuhan cerita, terutama kawasan hutan yang menjadi latar sebagian besar adegan. Tim produksi juga membangun 14 set untuk menggambarkan Malaysia pada 1948.
Set tersebut mencakup kawasan perkampungan dan kamp pemberontak. Asisten sutradara Richo Dharma mengatakan pengambilan gambar berlangsung selama 26 hari, dengan sebagian besar adegan direkam di kawasan hutan.
Proses syuting berlangsung saat musim hujan, meski hujan tidak direncanakan dalam cerita. Richo mengatakan kondisi itu membuat tim mengubah beberapa adegan.
Produksi melibatkan tenaga profesional Indonesia untuk pekerjaan kamera, pencahayaan, dan tata suara. Pascaproduksi dilakukan di Malaysia dan Inggris, sementara pemain dan pekerja filmnya berasal dari sejumlah negara.
Bo mengatakan pihaknya melihat peluang mengembangkan Bali sebagai lokasi produksi film internasional dan berencana berinvestasi lebih lanjut dalam fasilitas studio. Ia mengatakan, “Kami akan berinvestasi besar di studio.”
Film yang disutradarai Anshul Tiwari ini dibintangi aktor Malaysia Hazman Al Idrus dan Fabian Loo, serta aktris Indonesia Asmara Abigail.
Film itu berlatar Malaya pada 1948, saat wilayah tersebut berada di bawah kekuasaan Inggris dan mengalami konflik bersenjata. Ceritanya mengikuti dua veteran Perang Dunia II, seorang tentara Malaya dan seorang tentara Inggris, yang bekerja sama melindungi sebuah desa dari kelompok bersenjata.
Film ini juga mengangkat trauma perang, hubungan antarmanusia, dan konflik di tengah perubahan politik. The Ghost and the Gun dirilis di Malaysia pada 27 Agustus 2026 dan mulai tayang di jaringan bioskop CGV Indonesia pada 23 Oktober 2026.