
Trump Tegaskan Setop Bunuh Pemimpin Iran
14 menit yang lalu
Wisma Putra menyatakan solidaritas dengan Yordania atas serangan di gereja saat pemakaman yang menewaskan tujuh orang.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan ANTARA, Pemerintah Malaysia mengutuk keras serangan terhadap Gereja Ortodoks Yunani St. George di Kampung Hamoud, Provinsi Karak, Yordania.
Kementerian Luar Negeri Malaysia (Wisma Putra) dalam keterangan pers di Kuala Lumpur, Minggu (25/10/2026), menyatakan tindakan itu mencederai kesucian tempat ibadah dan sama sekali tidak dapat diterima.
Dalam keterangan itu, Wisma Putra menyatakan solidaritas dengan Pemerintah Kerajaan Hasyimiah Yordania dan mengutuk sekeras-kerasnya serangan terhadap rumah ibadah tersebut.
Malaysia menyampaikan belasungkawa kepada pemerintah dan rakyat Yordania serta keluarga para korban yang tewas. Malaysia juga menyatakan bersama Yordania menolak kekerasan dan ekstremisme dalam bentuk apa pun, apa pun motif atau alasannya.
Menurut Wisma Putra, tindakan semacam itu juga bertentangan dengan nilai-nilai Islam yang menjunjung tinggi perdamaian, kasih sayang, toleransi, dan penghormatan terhadap sesama manusia.
Malaysia menyatakan akan terus memperkuat hubungan bilateral yang telah lama terjalin dengan Yordania. Penguatan itu mencakup komitmen bersama menjaga kerukunan antaragama serta berkontribusi pada perdamaian dan stabilitas dunia.
Menurut laporan yang sama, serangan itu terjadi saat acara pemakaman di Gereja Ortodoks Yunani St. George. Sedikitnya tujuh orang tewas dan 27 lainnya terluka, kata Direktur Keamanan Publik Yordania Obaidallah Maaytah pada Jumat (23/10/2026).
Menteri Dalam Negeri Yordania Mazin Al Farrayeh mengatakan negaranya menjadi sasaran aksi terorisme oleh sekelompok ekstremis. Ia menggambarkan serangan tersebut sebagai aksi mengerikan yang harus dikecam habis-habisan.