
Anis Hidayah Minta Rekomendasi Komnas HAM Mengikat
12 menit yang lalu
Jepang menyatakan simpati dan akan bekerja sama dalam pemulihan setelah kebakaran besar di Mongolia.
Terbit · 1 min read

Pemerintah Jepang menyatakan menanggapi serius kebakaran padang rumput di Mongolia yang terkait dengan aktivitas anak perusahaan telekomunikasi Jepang. Menurut laporan ANTARA yang mencantumkan Xinhua sebagai pewarta, Sekretaris Kabinet Utama Minoru Kihara menyampaikan hal itu pada Senin (26/10/2026).
Kebakaran terjadi pada 8 Oktober di Kawasan Perlindungan Ketat Numrug, Provinsi Dornod, Mongolia timur. Api dipadamkan pada 16 Oktober setelah tim darurat Mongolia melakukan operasi selama delapan hari.
Dalam konferensi pers di Tokyo, Kihara menyampaikan simpati Jepang kepada rakyat Mongolia. Ia mengatakan Jepang akan menjaga komunikasi erat dengan Mongolia dan bekerja sama memulihkan wilayah yang rusak.
Pada 20 Oktober, perusahaan telekomunikasi Jepang KDDI mengakui kebakaran itu terkait dengan aktivitas anak perusahaannya di Mongolia, Mobicom. Para eksekutif senior Jepang turut berpartisipasi dalam aktivitas tersebut, menurut laporan yang sama.
Data awal Kementerian Lingkungan Hidup dan Perubahan Iklim Mongolia menunjukkan api menghanguskan sekitar 530.000 hektare lahan. Sekitar 470.000 hektare di antaranya berada di Kawasan Perlindungan Ketat Numrug, atau 79,8 persen dari luas kawasan lindung itu.
Para ahli mengatakan kebakaran mungkin berdampak pada tepian sungai, lahan basah, dan ekosistem lain selain padang rumput. Luas dampak lingkungan yang lebih besar masih memerlukan penilaian komprehensif.