
Dini Rahmania: Pesantren Mitra Edukasi Karhutla
12 menit yang lalu
PLTN disebut sebagai salah satu pilihan untuk memperkuat keandalan pasokan listrik nasional.
Terbit · 1 min read

Dewan Energi Nasional (DEN) membuka peluang pemanfaatan energi nuklir sebagai salah satu sumber pembangkit listrik untuk memperkuat keandalan pasokan energi nasional. Menurut laporan ANTARA, anggota DEN dari unsur pemangku kepentingan Unggul Priyanto menyampaikan hal itu di Purbalingga, Jawa Tengah.
Unggul berbicara pada Selasa (27/10/2026), setelah pembukaan Sosialisasi Kebijakan Energi Nasional yang digelar DEN bersama Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed). Kegiatan tersebut berlangsung di Fakultas Teknik Unsoed, Blater, Kabupaten Purbalingga.
Menurut laporan yang sama, Unggul mengatakan PLTN berpotensi menghasilkan listrik secara stabil dengan faktor kapasitas tinggi sehingga dapat menjadi salah satu pilihan dalam bauran energi Indonesia. Keandalan pasokan menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan sumber energi untuk memenuhi kebutuhan listrik nasional.
“Ke depan kita sudah berpikir mau menggunakan PLTN. Nuklir itu sangat andal,” kata Unggul, seperti dikutip ANTARA.
Menurut laporan yang sama, Unggul mengatakan pengisian ulang bahan bakar nuklir tidak sesering pada pembangkit berbahan bakar batu bara. Pengisian ulang dapat dilakukan dalam rentang sekitar satu setengah hingga dua tahun, bergantung pada desain dan pengoperasian reaktor.
Menurut laporan ANTARA, Unggul menyebut kapasitas pembangkit nuklir dapat mencapai lebih dari 95 persen. Angka itu lebih tinggi dibandingkan batu bara sekitar 80 persen, tenaga air sekitar 30 persen, dan tenaga surya sekitar 17 persen.
Meski demikian, Unggul menegaskan tidak ada satu sumber energi yang dapat memenuhi seluruh kebutuhan secara mandiri. Menurut laporan yang sama, nuklir perlu menjadi bagian dari bauran energi bersama sumber lain, termasuk tenaga surya, tenaga air, dan batu bara.
Unggul mengatakan DEN berperan dalam perencanaan dan pengawasan kebijakan energi nasional serta memberi rekomendasi kepada pemerintah mengenai arah pengembangan sumber energi. Ia menyebut sosialisasi kepada masyarakat dan kalangan akademisi diperlukan untuk memperluas pemahaman mengenai pilihan energi.