
Dini Rahmania: Pesantren Mitra Edukasi Karhutla
13 menit yang lalu
Maria Angelica Christy menilai keputusan tentang lingkungan akan memengaruhi kualitas hidup generasi mendatang.
Terbit · 1 min read

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengajak generasi muda berperan aktif menjaga dan merawat Jakarta menjelang peringatan 500 tahun kota itu. Menurut laporan CNNIndonesia.com, ia menilai keterlibatan anak muda penting untuk mewujudkan Jakarta yang inklusif, aman, dan berkelanjutan.
Ajakan itu disampaikan Pramono saat menghadiri Workshop Aspirasi Orang Muda Jakarta-Kawula17 Goes to School 2026 di Balai Agung, Balai Kota Jakarta, Senin (26/10/2026). Peringatan 500 tahun Jakarta dijadwalkan pada 22 Juni 2027.
Kegiatan tersebut diikuti 120 pelajar dari 15 SMA dan SMK sederajat di DKI Jakarta. Para peserta menyampaikan aspirasi tentang berbagai persoalan kota, termasuk lingkungan.
Dalam keterangan tertulis pada Selasa (27/10/2026), Pramono mengatakan anak muda akan memegang tanggung jawab dalam merawat dan menjaga Jakarta. Ia yakin Jakarta akan berada di tangan yang lebih baik di bawah kepemimpinan generasi muda.
Pramono berharap kegiatan tersebut bermanfaat bagi pengembangan diri para pelajar dan mendorong perubahan positif di sekolah maupun masyarakat. Ia juga berharap peserta kelak memberi kontribusi nyata bagi bangsa dan negara.
Pendiri bersama sekaligus manajer program Kawula17, Maria Angelica Christy, menyatakan keterlibatan anak muda diperlukan untuk membangun Jakarta yang inklusif, aman, dan berkelanjutan. Menurut laporan yang sama, Maria menilai persoalan lingkungan perlu menjadi perhatian bersama karena keputusan saat ini memengaruhi kualitas hidup generasi mendatang.
Maria mengatakan, “Artinya, kondisi air, udara, ruang hijau, dan energi yang kita putuskan hari ini akan menentukan kualitas hidup kami puluhan tahun mendatang. Dengan kata lain, persoalan lingkungan Jakarta adalah persoalan orang muda Jakarta.”
Maria mengaitkan partisipasi anak muda dengan semangat Sumpah Pemuda yang diperingati pada Rabu (28/10/2026). Ia menyebut keberanian menyuarakan persoalan kota sebagai bagian dari kontribusi generasi muda dalam menentukan arah pembangunan Jakarta. Menurutnya, perjalanan menuju lima abad Jakarta perlu melibatkan seluruh warga, terutama anak muda.