
Doli Desak Pertemuan Ketum Parpol Bahas Ijazah Gibran
12 menit yang lalu
Kutu dapat menggigit manusia, tetapi umumnya tidak menetap atau berkembang biak di tubuh manusia.
Terbit · 1 min read

Kutu kucing dapat melompat ke manusia dan menggigit kulit, tetapi umumnya tidak menjadikan tubuh manusia sebagai tempat tinggal. Menurut laporan CNN Indonesia yang merujuk Healthline, kutu lebih cocok hidup pada hewan berbulu.
Kutu dapat berpindah saat seseorang berada dekat dengan kucing yang berkutu. Di rumah, kutu juga bisa bersembunyi di alas tidur hewan, karpet, sofa, selimut, dan area tempat kucing beristirahat.
Healthline menyebut kutu umumnya hidup pada hewan berdarah panas, termasuk kucing, anjing, burung, dan hewan ternak. Bulu hewan memberi tempat bagi kutu untuk berlindung, makan, dan berkembang biak.
Manusia tidak memiliki bulu lebat yang dibutuhkan kutu untuk berlindung dan bertelur. Meski begitu, kutu tetap bisa melompat ke manusia dan mengisap darah.
Gigitan kutu dapat menimbulkan bintik merah dan rasa gatal. Kutu terkadang menggigit beberapa kali di area yang berdekatan, sementara reaksi kulit dapat berbeda pada tiap orang.
Menurut laporan yang sama, gigitan yang makin merah, terasa nyeri, atau tampak terinfeksi sebaiknya diperiksakan kepada tenaga medis. Kutu juga dapat membawa penyakit atau parasit tertentu.
Untuk mengurangi risiko, bulu kucing dapat diperiksa secara rutin dan disisir bila diperlukan. Pengobatan kutu sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter hewan agar produk yang digunakan sesuai dan aman. Pencegahan kutu juga perlu dilakukan secara berkala sesuai anjuran dokter hewan, termasuk saat cuaca dingin.
Alas tidur serta kain milik kucing dapat dicuci dengan air panas sesuai petunjuk bahan, sementara karpet, sofa, dan area istirahat hewan perlu dibersihkan. Jika kutu tetap ditemukan atau jumlahnya banyak, sumber menyarankan mempertimbangkan bantuan jasa pengendalian hama.