
Veda Kena Penalti Enam Posisi di Moto3 Qatar
25 menit yang lalu
Kemenag berencana memasukkan edukasi dan mitigasi bencana ke kurikulum madrasah dan pesantren.
Terbit · 1 min read

Kementerian Agama berencana memasukkan edukasi dan mitigasi bencana ke kurikulum madrasah serta pondok pesantren di seluruh Indonesia. Menurut laporan iNews.id, Wakil Menteri Agama Muhammad Syafi’i menyampaikan rencana itu saat meninjau pameran riset kebencanaan santri.
Kunjungan berlangsung di Dayah/Pesantren Ruhul Islam Anak Bangsa (RIAB), Aceh Besar. Laporan iNews.id mencantumkan pernyataan Syafi’i pada Sabtu (7/11/2026).
Menurut Kemenag, materi tersebut ditujukan untuk membekali santri dengan pengetahuan dan keterampilan menghadapi bencana sejak dini. Syafi’i menilai pendidikan kebencanaan penting bagi lembaga pendidikan keagamaan karena kondisi geografis Indonesia rawan bencana.
Ia mengatakan santri perlu memahami lingkungan dan kesiapsiagaan, serta memiliki keterampilan untuk menyelamatkan diri dan orang lain.
“Ini bukan lagi sekadar wacana, tapi langkah penting yang harus segera kita ambil. Perlu kita tanamkan literasi kebencanaan sejak dini, agar santri bukan hanya paham teori, tetapi memiliki naluri kesiapsiagaan dan keterampilan dalam menyelamatkan diri maupun sesama,” ujar Syafi'i dalam keterangannya.
Dalam kunjungan itu, Syafi’i juga menyaksikan presentasi karya ilmiah santri RIAB berjudul Inong Tangguh. Karya tersebut mengangkat kearifan lokal smong masyarakat Pulau Simeulue untuk mengenali potensi tsunami.
Karya Inong Tangguh memadukan pengetahuan lokal tentang tsunami dengan edukasi bagi anak-anak dan pemberdayaan perempuan.