
UEA Legalkan Lotre, Pemenang Dapat Rp24 Miliar
13 menit yang lalu
Film Garin Nugroho berlatar Indonesia pada 1946 dan menjadi satu-satunya wakil Indonesia di kompetisi utama festival.
Terbit · 1 min read

Sutradara Garin Nugroho menayangkan perdana film Merah Sebelum Fajar di hadapan publik di Hulic Hall Tokyo. Menurut laporan ANTARA, pemutaran berlangsung Selasa (27/10/2026) dalam seksi Kompetisi Tokyo International Film Festival 2026.
Dalam sesi tanya jawab setelah pemutaran, Garin mengatakan film itu dekat dengan kondisi saat ini dan berbicara tentang perang serta tragedi. Ia menyerukan, “Kita harus hentikan perang, kita harus hentikan genosida di Gaza. Free Palestine!”
Film yang juga berjudul Red Before Dawn itu berlatar Indonesia pada 1946, setahun setelah proklamasi kemerdekaan. Ceritanya mengikuti Frans, yang diperankan Nicholas Saputra, dan empat tokoh lain yang melintasi negeri dengan membawa sebuah dokumen penting.
Menurut laporan yang sama, para tokoh berasal dari latar belakang berbeda dan menghadapi kecurigaan di tengah perjuangan melawan kembalinya kekuasaan kolonial Belanda. Film tersebut menggambarkan pertumpahan darah antarkelompok serta sulitnya menyatukan beragam etnis dan agama pada masa awal kemerdekaan.
Aktor Nagra Pakusadewo, yang memerankan Arya, turut berbicara dalam sesi tersebut. Ia menyampaikan terima kasih kepada Garin, Nicho, dan pihak-pihak yang terlibat dalam pembuatan film.
Menjawab pertanyaan penonton tentang kemungkinan film itu diadaptasi menjadi pertunjukan teater, Garin mengatakan peluangnya sangat besar. Ia menyebut karya-karya terdahulunya telah beralih wahana, termasuk Opera Jawa yang diadaptasi menjadi teater dan instalasi seni di Paris.
Merah Sebelum Fajar menjadi satu-satunya film Indonesia di kompetisi utama festival, yang diikuti 15 film dari berbagai negara. Tujuh film, termasuk karya Garin, menjalani pemutaran perdana dunia, sementara film lainnya tayang perdana di Asia.
Saat ditemui ANTARA di karpet merah pada Senin (26/10/2026), Garin mengatakan tujuan berkaryanya adalah menciptakan karya yang penting untuk diceritakan. Ia berkata, “Ya tidak (berpikir kalau harus menang), kalau bikin film yang penting bikin film yang bagus.” Pengumuman pemenang kompetisi dijadwalkan berlangsung pada hari terakhir festival, 4 November 2026.