
Herry Gunawan Soroti Pengawasan Ekspor DSI
10 menit yang lalu
Widodo AS dimakamkan di TMP Kalibata; SBY mengenangnya sebagai prajurit yang juga negarawan.
Terbit · 2 min read

Menurut laporan ANTARA, jenazah mantan Panglima TNI Laksamana TNI (Purn) Widodo AS dimakamkan di TMP Nasional Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (25/10/2026). Pemakaman dihadiri sejumlah pejabat teras, unsur pimpinan tiga matra TNI, dan beberapa mantan pejabat utama negara.
Widodo AS dimakamkan dalam upacara militer kenegaraan. Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto bertindak sebagai inspektur upacara.
Presiden Ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) termasuk di antara hadirin yang memberi penghormatan terakhir. Kepada ANTARA seusai menyampaikan belasungkawa kepada keluarga, SBY menyebut almarhum sebagai prajurit yang juga negarawan dan mengaku memiliki kesan pribadi yang mendalam.
SBY mengatakan, ia sangat sering mengemban tugas bersama almarhum selama belasan tahun. Ia menyebut Widodo AS sudah berada di posisi kepemimpinan saat krisis 1998, lalu bersama-sama menjaga keutuhan republik ketika menjadi panglima TNI dan Menko Polkam.
Menurut SBY, itulah karakter utama Widodo AS, yakni ikhlas bekerja tanpa kenal lelah dan selalu ingin berbuat yang terbaik. "Banyak kenangan saya pribadi bersama beliau. Tetapi intinya, beliau itu kalau demi konstitusi dan Merah Putih itu tegak lurus," kata SBY.
Panglima TNI Agus Subiyanto menyampaikan hal serupa. "Atas nama bangsa dan negara serta TNI mengucapkan belasungkawa mendalam atas kepergian almarhum yang telah berjasa luar biasa kepada bangsa dan negara," katanya. Ia mengenang almarhum sebagai pemimpin yang profesional dan panutan bagi generasi muda, termasuk bagi dirinya yang saat itu masih berpangkat kapten-mayor.
Menurut laporan yang sama, Widodo AS pernah menjadi kepala staf TNI AL, kemudian wakil panglima TNI, dan terakhir menjabat Menko Polkam pada kabinet pertama SBY. Pada masa kepemimpinannya di TNI AL dan Markas Besar TNI, Indonesia menghadapi sejumlah babak genting, yaitu Reformasi 1998, lepasnya Timor Timur, embargo persenjataan dari Amerika Serikat dan sekutunya, serta berbagai kerusuhan besar di dalam negeri. Periode itu juga diwarnai perubahan paradigma politik dan praktik demokrasi, termasuk pengakhiran ABRI menjadi TNI. Polri menjadi institusi sendiri di luar TNI; sebelumnya, pada masa Orde Baru, Kepolisian Republik Indonesia tergabung dalam ABRI.
Di antara hadirin terdapat Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Kepala Staf TNI AU Marsekal TNI Tony Harjono, Kepala Staf TNI AL Laksamana TNI Muhammad Ali, dan Kepala Staf TNI AD Jenderal TNI Tandyo B Revita. Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Maruli Simanjuntak juga hadir, bersama mantan Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono serta mantan Kepala Staf TNI AL Laksamana TNI (Purn) Marsetio dan Laksamana TNI (Purn) Siwi S Adji.