
Pencurian Fasilitas Umum Ganggu Layanan Surabaya
17 menit yang lalu
Toko buku di Irlandia menyediakan jalur alternatif setelah penerbit menghentikan distribusi novel Rooney di Inggris.
Terbit · 2 min read

Jaringan toko buku di Irlandia menyediakan jalur distribusi alternatif bagi karya Sally Rooney untuk pembaca di Inggris, setelah penerbit Faber menghentikan distribusi novel-novel penulis itu di pasar Inggris. Menurut laporan CNN Indonesia, langkah tersebut muncul di tengah polemik terkait rencana Rooney menyumbangkan hasil penjualan kepada Palestine Action.
Faber mengumumkan penghentian distribusi sejak pertengahan Oktober, yang berdampak pada ketersediaan sejumlah novel Rooney di Inggris. Buku yang disebut mengalami kelangkaan stok fisik antara lain Beautiful World, Where Are You, Normal People, dan Intermezzo.
CNN Indonesia melaporkan, Rooney sebelumnya menyatakan akan menyumbangkan hasil penjualan kepada Palestine Action. Pemerintah Inggris melarang organisasi pro-Palestina itu pada Juli 2025 berdasarkan undang-undang antiterorisme, sementara Faber menyebut pemberian dana kepada kelompok tersebut dapat melanggar hukum Inggris.
Dalam pernyataan resmi yang dikutip CNN Indonesia, Faber mengatakan, “Menjual karya seorang penulis namun tidak dapat menyerahkan penghasilannya adalah situasi yang tidak dapat diterima oleh pihak penerbit.”
Doherty, pemilik Little Acorns Bookstore di Londonderry, memanfaatkan pasokan dari distributor di Republik Irlandia. Tokonya berada di wilayah Inggris dekat perbatasan, sementara Palestine Action tidak dilarang di Republik Irlandia; Doherty mengatakan kepada AFP, “Kami tidak dilarang menjual buku-buku tersebut. Kami masih bisa mengaksesnya.”
Doherty melayani pesanan dari pembaca di berbagai tempat, termasuk Inggris. Ia mengatakan tokonya menerima banyak pelanggan baru dan menyebut, “Buku yang dilarang justru menjadi buku yang dibeli.”
Toko Kenny’s di Galway melaporkan pembelian novel Rooney meningkat hingga sepuluh kali lipat setelah Faber menarik jalur distribusinya. Sementara itu, Bard Books di London memilih tidak menambah stok setelah persediaan fisiknya habis dalam beberapa hari.
Perwakilan Bard Books, Vicki Shenkin Kerr, mengatakan tokonya tidak nyaman mendapat keuntungan dari penjualan jika Rooney tidak dapat menerima royalti. Kerr menyebut situasi itu “terasa seperti sebuah upaya pembungkaman”, sedangkan Doherty menilai kontroversi tersebut mengingatkannya pada sejarah penyensoran di Irlandia.
CNN Indonesia juga melaporkan, larangan terhadap Palestine Action sedang diperjuangkan melalui jalur hukum. Salah satu pendirinya, Huda Amorim, dijadwalkan menjalani sidang banding di Mahkamah Agung Inggris pada Rabu (4/11/2026) dan Kamis (5/11/2026).