
Ari Juliano Gema Dorong Pembenahan Royalti
8 menit yang lalu
Perilaku yang merugikan dapat mengganggu hubungan; batasan tegas dan dukungan membantu menjaga kesejahteraan.
Terbit · 1 min read

Perilaku yang merugikan dapat memicu konflik dan tekanan emosional dalam hubungan, menurut laporan CNBC Indonesia yang merujuk WebMD. Mengenali pola perilaku tersebut dapat membantu seseorang menjaga kesejahteraan dan membangun hubungan yang lebih sehat.
Laporan itu membahas perilaku dalam beragam hubungan, termasuk keluarga, pertemanan, asmara, dan pekerjaan. Artikel CNBC Indonesia tersebut terbit pada Kamis (5/11/2026); bahan tidak menyebut waktu atau tempat kejadian tertentu karena pembahasannya bersifat umum.
Menurut penjelasan WebMD yang dikutip CNBC Indonesia, perilaku toksik mengacu pada perilaku yang berdampak negatif terhadap orang lain. Laporan itu menyebut perilaku tersebut dapat dipengaruhi kepribadian, pola asuh, atau pengalaman hidup, tetapi bukan diagnosis gangguan mental.
Tanda yang dibahas mencakup sikap tidak konsisten, kebutuhan berlebih akan perhatian, dan kesulitan ikut bergembira atas keberhasilan orang lain. Pola lain yang disebut ialah memicu konflik serta mengabaikan batasan yang telah disampaikan.
Laporan itu juga menyebut manipulasi, seperti memutarbalikkan fakta atau menyembunyikan informasi, dan kecenderungan menghindari tanggung jawab. Salah satu istilah yang dijelaskan adalah gaslighting, yakni tindakan yang dapat membuat seseorang meragukan ingatan atau penilaiannya sendiri.
Tanda-tanda tersebut merupakan gambaran perilaku dalam laporan, bukan dasar untuk mendiagnosis seseorang. CNBC Indonesia juga menyebut beberapa masalah psikologis dapat berkaitan dengan perilaku tertentu, tetapi tidak menyatakan bahwa perilaku toksik dengan sendirinya menunjukkan kondisi tersebut.
Untuk menghadapi perilaku yang membuat tidak nyaman, laporan itu menyarankan mengendalikan respons dan tidak menyalahkan diri sendiri atas perilaku orang lain. Seseorang juga dapat menyampaikan batasan serta kebutuhannya dengan jelas, termasuk menolak permintaan atau membatasi interaksi.
Langkah lain yang disarankan adalah menjaga kesehatan fisik dan emosional serta membangun hubungan dengan orang-orang yang suportif. Saran tersebut ditujukan untuk membantu seseorang melindungi kesejahteraannya saat menghadapi hubungan yang melelahkan.