
KLH Siapkan Paviliun Indonesia di COP31
8 menit yang lalu
Ujang mendorong edukasi dan penggunaan ulang pakaian untuk mengurangi limbah tekstil.
Terbit · 1 min read

Ahli perilaku konsumen IPB University, Prof. Ujang Sumarwan, mendorong pengembangan bahan pakaian yang lebih ramah lingkungan dan edukasi agar pakaian bekas tidak langsung menjadi limbah. Menurut laporan ANTARA, ia menyampaikan hal itu dalam keterangannya di Bogor, Rabu (4/11/2026).
Ujang mengatakan perguruan tinggi dan berbagai pihak perlu mendorong pengembangan bahan pakaian yang lebih ramah lingkungan.
“Edukasi diperlukan agar baju bekas tidak langsung menjadi limbah,” kata Prof Ujang.
Menurut laporan yang sama, Ujang menilai perguruan tinggi, pegiat perlindungan konsumen, kementerian yang membidangi lingkungan hidup, dan perusahaan perlu bekerja sama mengampanyekan dampak lingkungan dari produk pakaian.
Ia mengatakan pakaian termasuk barang yang sering dibeli setelah makanan dan minuman. Karena itu, cara membeli, memakai, dan memperlakukan pakaian perlu mendapat perhatian.
Ujang menyebut kepedulian terhadap lingkungan belum tentu mengubah kebiasaan membeli pakaian. Harga pakaian ramah lingkungan yang relatif lebih tinggi dan pilihan produk yang mungkin tidak sebanyak pakaian konvensional dapat menjadi penghambat.
Ia menambahkan bahwa informasi mengenai pakaian ramah lingkungan dan jenisnya perlu disebarluaskan agar konsumen dapat mempertimbangkannya. Kebiasaan mengikuti tren juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan.
Untuk pakaian yang tidak lagi dipakai, Ujang menyarankan agar pakaian itu diberikan atau disumbangkan, atau dijual kembali melalui pasar barang bekas. Cara itu, menurutnya, dapat memperpanjang masa pakai pakaian dan memberi manfaat bagi orang lain.