
Wamensos dan Habib Ja’far Bekali Pendamping Sekolah Rakyat
19 menit yang lalu
Pabrik Audi di Georgia direncanakan menyerap hingga 7.500 pekerja dalam dua fase pembangunan.
Terbit · 1 min read

Audi akan membangun pabrik perakitan di Georgia, Amerika Serikat, dengan nilai US$4 miliar. Menurut laporan CNBC Indonesia yang mengutip Reuters, pembangunan itu didukung insentif pajak dan hibah, sementara dua fase pabrik diproyeksikan menyerap hingga 7.500 pekerja.
Reuters melaporkan rencana tersebut pada Jumat (6/11/2026), merujuk dokumen yang dirilis sehari sebelumnya. Lokasi pabrik direncanakan berada di dekat Macon, Georgia.
Audi sebelumnya mengumumkan rencana pembangunan pabrik perakitan pertamanya di Amerika Serikat pada 25 Oktober 2026. Pabrik fase pertama dijadwalkan mulai beroperasi pada awal dekade 2030-an dan dirancang memproduksi 200.000 SUV per tahun serta mempekerjakan 4.500 orang.
Dokumen Mid-Georgia Gateway Development Authority menyebut Audi mempertimbangkan fase kedua dengan investasi tambahan US$3 miliar. Fase tersebut diperkirakan menambah 3.000 pekerja pada 2033, sehingga jumlah tenaga kerja dari kedua fase mencapai 7.500 orang.
Menurut dokumen yang dikutip laporan itu, pemerintah negara bagian menyediakan lahan sekitar 607 hektare, insentif pajak US$458 juta, serta hibah lebih dari US$120 juta. Dukungan tersebut mencakup infrastruktur, perbaikan jalur kereta api, pemulihan lingkungan di lokasi pabrik, dan konstruksi.
Dokumen yang sama juga mencantumkan alokasi US$430 juta untuk penyediaan air, perbaikan jalan, utilitas, serta pelatihan dan perekrutan tenaga kerja.
Reuters juga melaporkan bahwa pemerintah Amerika Serikat menjanjikan keringanan tarif kepada Audi untuk mendorong investasi produksi di negara itu. Dua sumber yang mengetahui pembahasan tersebut mengatakan Audi meminta tarif 15 persen atas impor dari Uni Eropa diturunkan menjadi 7,5 persen, sedangkan Departemen Perdagangan AS diperkirakan hanya akan menyetujui sekitar 10 persen.
Menurut laporan Reuters, program keringanan tarif itu ditujukan untuk mendorong produsen mobil menambah kapasitas produksi atau berinvestasi di Amerika Serikat. Kebijakan tarif atas kendaraan, baja, aluminium, dan suku cadang disebut merugikan Audi sekitar US$1,4 miliar pada tahun lalu; kendaraan Audi yang dipasarkan di AS diimpor dari Eropa atau Meksiko.