
Neng Eem Minta Parpol Peka pada Persoalan Rakyat
19 menit yang lalu
Bojonegoro ditetapkan sebagai geopark dunia baru, sedangkan Ranah Minang Silokek mendapat waktu untuk melengkapi rekomendasi.
Terbit · 2 min read

Lima geopark Indonesia mempertahankan status kartu hijau UNESCO dalam revalidasi 2026, sementara Bojonegoro dinyatakan lolos sebagai UNESCO Global Geopark baru. Menurut laporan ANTARA, Ranah Minang Silokek mendapat waktu dua tahun untuk melengkapi rekomendasi UNESCO sebelum diusulkan sebagai geopark dunia.
Revalidasi berlangsung di Paris, Prancis, pada 2-4 November 2026 dan hasilnya disampaikan dalam Sidang ke-11 Dewan UNESCO Global Geoparks. Lima geopark yang mempertahankan status tersebut adalah Belitong, Merangin Jambi, Ijen, Raja Ampat, dan Maros-Pangkep; penetapan kartu hijau dilakukan melalui pemungutan suara anggota dewan.
Menteri Pariwisata Widiyanti Wardhana mengatakan pencapaian itu mencerminkan upaya Indonesia memperkuat tata kelola geopark, menjaga warisan geologi, dan mengembangkan pariwisata berkelanjutan. Dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (6/11/2026), ia mengatakan, “Status geopark dunia harus dijaga melalui tata kelola yang kuat, konservasi yang nyata, dan pelibatan masyarakat lokal. Kita ingin keberadaan geopark tidak hanya menjadi kebanggaan Indonesia di tingkat dunia, tetapi juga mampu memberikan manfaat ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya.”
Belitong kembali memperoleh kartu hijau setelah mendapat kartu kuning dalam revalidasi 2024. Selama dua tahun perbaikan, pengelola bersama pemerintah daerah menindaklanjuti rekomendasi UNESCO, terutama mengenai komersialisasi Batu Satam dan standar konservasi penyu.
Pemerintah Kabupaten Belitung dan Belitung Timur menerbitkan edaran larangan komersialisasi Batu Satam. Kegiatan konservasi penyu dipusatkan di Pulau Cina, yang dikelola Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Ijen, yang berada di Kabupaten Banyuwangi dan Bondowoso, menjalani revalidasi pertama sejak ditetapkan pada 24 Mei 2023. Kawasan itu memiliki 21 situs geologi, termasuk kawah aktif dengan danau asam terbesar di dunia serta fenomena api biru. Merangin Jambi, yang ditetapkan pada 2023, memiliki bentang alam batuan kapur kuno dan Kaldera Masurai berusia sekitar 33.000 tahun.
Salah satu catatan evaluasi Merangin Jambi berkaitan dengan aktivitas tambang emas ilegal di sekitar sungai tempat fosil Muara Karing berada. Pengelola dan pemerintah daerah mengupayakan penutupan aktivitas tambang secara hati-hati karena berkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat setempat.
Raja Ampat menuntaskan enam rekomendasi evaluasi sebelumnya, antara lain dengan mengidentifikasi empat situs geologi baru di Pulau Misool pada 2024, membangun pusat informasi geologi di Waisai dan pusat informasi di Pulau Yefman, serta meningkatkan pelibatan masyarakat adat. Maros-Pangkep menjalani revalidasi pertama pada 27-31 Juli 2026; kawasan seluas 5.254,10 kilometer persegi itu mencakup daratan dan perairan, dengan lebih dari 720 gua, seni cadas prasejarah, kawasan konservasi laut, dan keanekaragaman hayati. Widiyanti menyebut pengakuan UNESCO sebagai tanggung jawab bersama untuk menjaga kekayaan alam, geologi, dan budaya serta memberi manfaat bagi masyarakat sekitar.