
SpaceX Gandeng Qualcomm Bangun Jaringan 5G
13 menit yang lalu
Sistem AI lokal ini dirancang membantu administrator mengelola gangguan jaringan tanpa mengirim data ke peladen eksternal.
Terbit · 2 min read

Direktorat Teknologi Informasi Universitas Brawijaya mengembangkan LLMNetOps, sistem kecerdasan buatan untuk membantu pengelolaan dan operasional jaringan perguruan tinggi. Menurut laporan ANTARA, sistem itu diperkenalkan dalam lokakarya di sebuah hotel di Kota Malang, Jawa Timur.
Lokakarya berlangsung pada Jumat-Sabtu (6-7/11/2026) dan diikuti 40 peserta dari 24 institusi perguruan tinggi dan lembaga pemerintah. Kegiatan menghadirkan pemateri dari DTI UB, Fakultas Ilmu Komputer UB, dan Widyawan dari Universitas Gadjah Mada yang mewakili Indonesia Research and Education Network.
Direktur DTI UB Raden Arief Setyawan mengatakan pengembangan sistem itu berangkat dari tantangan pengelolaan infrastruktur jaringan di institusi pendidikan dan riset. “Keterbatasan tenaga teknis, banyaknya perangkat yang harus dikelola, serta belum meratanya kemampuan administrator jaringan menjadi persoalan yang perlu mendapatkan perhatian,” kata Arief.
Menurut laporan yang sama, LLMNetOps dirancang untuk membantu administrator mendeteksi gangguan, menganalisis perangkat, dan menyusun laporan. Arief mengatakan jumlah perangkat yang perlu dikelola banyak, sedangkan jumlah tenaga teknis dan kompetensi administrator berbeda-beda di tiap institusi.
Arief menyebut kecerdasan buatan dapat membantu menganalisis catatan sistem dan menelusuri gangguan jaringan. Namun, penggunaan layanan berbasis komputasi awan menjadi perhatian karena pengelola perlu memproses informasi sensitif, seperti konfigurasi dan catatan perangkat.
Sistem LLMNetOps dapat dijalankan secara lokal agar data konfigurasi dan informasi jaringan tidak perlu dikirim ke peladen eksternal. Sistem ini mencakup model bahasa besar lokal di peladen institusi, NetOpsAgent untuk menerjemahkan pertanyaan menjadi perintah ke perangkat, serta NetOpsUI sebagai antarmuka berbasis web.
Sebagai contoh, administrator dapat meminta sistem memeriksa perute ketika pengguna melaporkan tidak memperoleh alamat IP di jaringan lokal suatu gedung. Sistem kemudian membantu menelusuri perangkat terkait, membaca statusnya, dan menyampaikan hasil pemeriksaan tanpa staf masuk ke setiap perangkat.
Pengembangan LLMNetOps didanai Information Society Innovation Fund Asia/APNIC Foundation pada 2025 sebesar 30.000 dolar AS dan dilaksanakan UB bersama Indonesia Research and Education Network. Dalam lokakarya, peserta mempelajari arsitektur kecerdasan buatan lokal, mengaktifkan sistem, dan berlatih menangani skenario gangguan; materi, panduan teknis, dan perangkatnya tersedia terbuka dan gratis.