
Kemenag Siapkan Program Pesantren Bebas TBC
12 menit yang lalu
Investasi akan memperluas kapasitas mesin dan menyiapkan fasilitas untuk model Hyundai mendatang.
Terbit · 1 min read

Hyundai Motor Co. berencana menginvestasikan sekitar 450 juta dolar AS atau Rp8,16 triliun untuk memperluas pabriknya di Alabama, Amerika Serikat. Menurut laporan ANTARA yang mengutip Yonhap, rencana itu disampaikan anak usaha manufakturnya, Hyundai Motor Manufacturing Alabama (HMMA).
HMMA mengumumkan investasi tersebut pada Rabu (28/10/2026) di fasilitas produksinya di Montgomery, Alabama. Pengumuman itu diberitakan Yonhap pada Kamis (29/10/2026) waktu setempat.
Investasi tersebut menjadi bagian dari komitmen Hyundai Motor Group untuk menanamkan modal 26 miliar dolar AS atau sekitar Rp471 triliun di Amerika Serikat selama 2025-2028.
Dana itu akan digunakan untuk meningkatkan kapasitas produksi mesin guna mendukung berbagai sistem penggerak kendaraan. Kapasitas tersebut mencakup mesin untuk kendaraan hibrida dan kendaraan listrik dengan jangkauan tambahan atau EREV.
HMMA juga akan meningkatkan fasilitas produksi untuk sejumlah model Hyundai yang akan datang. Tucson generasi terbaru dijadwalkan mulai diproduksi pada akhir 2026, sementara SUV Santa Fe versi pembaruan turut disebut dalam rencana tersebut.
Presiden sekaligus CEO HMMA Mark Rader mengatakan investasi itu akan memperkuat kemampuan manufaktur perusahaan dan mendukung produksi kendaraan masa depan. Ia juga menyebut HMMA akan tetap menjadi salah satu pilar operasi manufaktur Hyundai di Amerika Utara.
Menurut laporan yang sama, penambahan investasi itu akan membuat total investasi HMMA sejak pabrik beroperasi pada 2005 mencapai hampir 2,2 miliar dolar AS atau sekitar Rp39,9 triliun. Duta Besar Korea Selatan untuk Amerika Serikat Kang Kyung-wha menyambut investasi tersebut sebagai contoh implementasi aliansi bilateral kedua negara.
Kang mengatakan pengumuman itu menegaskan kemitraan Korea Selatan dan Amerika Serikat serta memperdalam integrasi industri otomotif kedua negara.