
Yusril Soroti Potensi Ekonomi Kekayaan Intelektual
14 menit yang lalu
Anwar menilai kerentanan perbatasan turut menjadi faktor dan menyebut hukum yang berlaku sudah cukup ketat.
Terbit · 1 min read

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengatakan peningkatan penyelundupan narkoba di negaranya belum tentu disebabkan penghapusan kewajiban hukuman mati untuk perkara narkoba. Menurut laporan ANTARA, ia juga menyoroti kerentanan perbatasan Malaysia.
Anwar menyampaikan hal itu dalam sesi tanya jawab dengan anggota parlemen di Kuala Lumpur pada Selasa (3/11/2026). Laporan tersebut tidak menyebutkan tanggal sesi itu.
“Sulit untuk memastikannya, karena pada kenyataannya perbatasan kita masih cukup rentan—baik melalui jalur laut, darat, maupun kini, jalur udara,” kata Anwar.
Ia mengatakan pemerintah memperkuat Agensi Kawalan dan Perlindungan Sempadan (AKPS). Menurut Anwar, penyelundupan narkoba telah berlangsung selama beberapa dekade dan menjangkau hingga desa-desa.
Anwar menilai respons terhadap penyelundupan perlu lebih tegas dan ketat. Ia menyebut pihak berwenang telah menangani ratusan ribu penangkapan, dari pengguna dan pengedar hingga gembong.
Anwar menyatakan undang-undang yang berlaku di Malaysia sudah cukup ketat. Ia juga mengatakan pemerintah terbuka terhadap saran anggota parlemen mengenai upaya penanganan lain.
Anwar menyebut Divisi Narkotika Kepolisian telah melakukan berbagai penangkapan, tetapi persoalan narkoba di Malaysia belum terselesaikan.