
Iran Perluas Daftar Target AS dan Israel
10 menit yang lalu
Pengeluaran perang yang meningkat menjadi beban politik bagi Trump menjelang pemilu paruh waktu AS.
Terbit · 1 min read

Biaya perang Amerika Serikat melawan Iran telah melampaui 47 miliar dolar AS atau sekitar Rp854 triliun. Menurut laporan iNews.id yang mengutip Reuters, lonjakan pengeluaran itu menjadi beban politik bagi Presiden Donald Trump menjelang pemilu paruh waktu AS.
Pemungutan suara dijadwalkan berlangsung pada Selasa (3 November 2026). Konflik yang menjadi latar pengeluaran tersebut pecah pada Sabtu (28 Februari 2026).
Angka terbaru itu lebih dari 25 persen di atas perkiraan Pentagon pada Juli, yakni 37,5 miliar dolar AS. Reuters memperoleh data tersebut dari dokumen Pentagon yang belum dirilis secara resmi kepada publik.
Menurut laporan iNews.id, Partai Republik berupaya mempertahankan mayoritas tipis di DPR dan Senat menjelang pemilu. Hasil pemungutan suara akan menentukan partai yang mengendalikan Kongres selama dua tahun berikutnya.
Konflik juga memicu tekanan ekonomi, terutama melalui kenaikan biaya energi yang membebani masyarakat AS. Laporan Reuters yang dikutip iNews.id mengaitkan dampak biaya energi perang dengan berkurangnya dukungan bagi kandidat Partai Republik.
Laporan yang sama menyebut tekanan tersebut turut menekan tingkat persetujuan publik terhadap Trump. Bahan yang dikutip tidak merinci besaran perubahan dukungan maupun tingkat persetujuan itu.
Kenaikan biaya perang dan tekanan ekonomi terjadi menjelang pemilu paruh waktu, saat Partai Republik berusaha mempertahankan kendali atas kedua kamar Kongres. Dokumen Pentagon yang menjadi dasar angka pengeluaran tersebut belum dipublikasikan secara resmi.