
Analis Apresiasi Penindakan 1,16 Ton Ketamin
10 menit yang lalu
Kemiskinan di Jakarta turun, tetapi pemerintah daerah menyebut ketimpangan masih perlu ditangani.
Terbit · 1 min read

Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Sosial Chico Hakim mengatakan rasio gini Jakarta masih menjadi perhatian pemerintah provinsi meski angka kemiskinan menurun. Menurut laporan ANTARA, rasio gini itu berada di kisaran 0,435.
Chico menyampaikan pernyataan tersebut di Jakarta, Jumat (23/10/2026). Dalam laporan yang sama, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut persentase penduduk miskin tercatat 3,96 persen pada Maret 2026, atau sekitar 432.620 orang.
Angka kemiskinan itu turun dari 4,03 persen pada September 2025. Menurut laporan ANTARA, catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi DKI Jakarta menunjukkan angka tersebut untuk pertama kalinya berada di bawah 4 persen.
Chico mengatakan tantangan ketimpangan belum selesai. “Pemprov DKI menyadari bahwa tantangan belum selesai. Rasio gini yang masih berada di kisaran 0,435 menunjukkan bahwa ketimpangan perlu terus dikerjakan secara serius,” kata Chico.
Penurunan kemiskinan sejalan dengan perbaikan sejumlah indikator ketenagakerjaan. Tingkat Pengangguran Terbuka tercatat 5,79 persen pada Mei 2026, sedangkan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja mencapai 66,05 persen.
Chico mengatakan perekonomian Jakarta relatif solid di tengah tekanan ekonomi global, dengan inflasi yang terkendali. Ia mengaitkan capaian tersebut dengan keberlanjutan bantalan sosial pemerintah provinsi, termasuk Kartu Jakarta Pintar dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul untuk mendukung pendidikan anak dari keluarga kurang mampu.
Bantuan biaya pendidikan di sejumlah sekolah swasta, bantuan sosial, akses layanan kesehatan, dan program rumah susun disebut membantu meringankan pengeluaran keluarga berpenghasilan rendah. Chico juga menilai pelatihan keterampilan perlu berlanjut agar warga yang telah mengalami peningkatan kesejahteraan tidak mudah kembali ke kondisi sebelumnya.
Chico menyebut kebijakan ke depan akan berfokus pada penguatan bantalan sosial, peningkatan kualitas tenaga kerja, perluasan kesempatan ekonomi bagi usaha kecil, dan stabilitas ekonomi. “Pemprov DKI Jakarta akan terus memantau data BPS secara berkala dan menyesuaikan program berdasarkan kondisi di lapangan,” kata Chico.
Download the Hive app for live alerts and offline reading.