
Thom Haye Menangis Saat Menonton The Longest Wait
11 menit yang lalu
Oposisi membutuhkan dukungan tambahan untuk meraih mayoritas, tetapi kerja sama dengan partai-partai Arab masih menjadi kendala.
Terbit · 1 min read

Pemimpin oposisi Israel Gadi Eisenkot berpeluang menggantikan Benjamin Netanyahu sebagai perdana menteri, tetapi harus menggalang dukungan mayoritas di parlemen. Menurut laporan iNews.id, hasil pemilu tidak menghasilkan pemenang mutlak.
Hasil akhir yang dirilis Komisi Pemilihan Umum Pusat Israel pada Jumat (30/10/2026) mencatat blok Netanyahu memperoleh 53 kursi, sementara aliansi oposisi pimpinan Eisenkot meraih 48 kursi. Partai-partai Arab mendapatkan 19 kursi.
Knesset memiliki 120 kursi dan mayoritas membutuhkan sedikitnya 61 dukungan. Dengan 48 kursi, aliansi oposisi perlu memperoleh dukungan dari sedikitnya 13 anggota parlemen lagi.
Dukungan partai-partai Arab dapat membuka jalan bagi Eisenkot. Jika 19 kursi mereka bergabung dengan 48 kursi oposisi, jumlahnya menjadi 67 kursi, cukup untuk melewati ambang mayoritas.
Namun, jumlah kursi bukan satu-satunya persoalan. Laporan iNews.id menyebut Eisenkot dan sejumlah tokoh oposisi sebelumnya menolak kemungkinan menjadikan partai-partai Arab sebagai mitra koalisi.
Sikap tersebut membuat upaya membentuk pemerintahan mayoritas melalui kerja sama itu menjadi lebih rumit.