
Gunung Bromo Erupsi, Abu Membubung 500 Meter
38 menit yang lalu
Indonesia mengangkat perlindungan pelaut, keselamatan pelayaran, dan penghormatan hukum internasional dalam sidang IMO.
Terbit · 1 min read

Indonesia menegaskan komitmen memperkuat perlindungan pelaut dan keselamatan jalur pelayaran global dalam Sidang Dewan Organisasi Maritim Internasional (IMO) ke-138. Menurut laporan ANTARA, Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Samsuddin menyatakan, “Indonesia memandang perlindungan pelaut dan keselamatan pelayaran harus menjadi prioritas bersama.”
Sidang berlangsung pada 2–6 November 2026 di Markas Besar IMO, London, Inggris. Delegasi Republik Indonesia menghadiri pertemuan yang membahas isu strategis kemaritiman global itu.
Delegasi Indonesia dipimpin Duta Besar RI untuk Inggris Desra Percaya, bersama Wakil Kepala Perwakilan KBRI London Sahadatun Donatirin dan Atase Perhubungan KBRI London Kanti Pinakesti Tjahjono. Direktorat Jenderal Perhubungan Laut turut berpartisipasi dalam sidang tersebut.
Sidang dibuka oleh Sekretaris Jenderal IMO Arsenio Dominguez. Agenda yang dibahas mencakup tata kelola organisasi, strategi dan perencanaan, pengelolaan sumber daya manusia, laporan keuangan, serta kontribusi negara anggota.
Menurut laporan yang sama, sidang juga membahas perlindungan jalur pelayaran vital, peninjauan kontrak Sekretaris Jenderal IMO, dan pertimbangan penunjukan auditor eksternal IMO untuk periode berikutnya.
Dalam pembahasan jalur pelayaran vital, Indonesia menekankan perlindungan pelaut sebagai warga sipil dan kebebasan bernavigasi di jalur internasional sesuai hukum internasional serta Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut 1982. Pemerintah juga mendorong kerja sama negara pantai dengan IMO untuk menjaga keselamatan jalur tersebut.
Indonesia turut mengedepankan deeskalasi, dialog, dan diplomasi untuk mengatasi konflik. Samsuddin mengatakan keselamatan pelaut dan keberlangsungan aktivitas pelayaran internasional harus menjadi perhatian bersama seluruh negara.
ANTARA melaporkan partisipasi dalam sidang itu sebagai wujud komitmen pemerintah untuk berkontribusi dalam tata kelola maritim global, keselamatan pelayaran, dan perlindungan pelaut. Samsuddin menyatakan Indonesia akan terus menyuarakan kepentingan maritim nasional melalui forum IMO.