
35 Daerah Pantura Sumbang 23,37% Ekonomi RI
15 menit yang lalu
Pemerintah Indonesia menyampaikan belasungkawa dan dukungan kepada Yordania setelah serangan di Karak.
Terbit · 1 min read

Pemerintah Indonesia mengecam serangan bersenjata di sebuah gereja Ortodoks di Yordania dan menyampaikan solidaritas kepada Raja Abdullah II serta rakyat negara itu. Menurut laporan ANTARA, kecaman tersebut disampaikan Kementerian Luar Negeri RI melalui media sosial.
Serangan terjadi pada 23 Oktober 2026 di Gereja Ortodoks Yunani Santo Georgius, desa Hamoud, Provinsi Karak, Yordania selatan, saat berlangsung acara pemakaman. Laporan ANTARA menyebut delapan orang tewas dan 27 lainnya terluka.
Kemlu RI menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan mendoakan pemulihan bagi para korban luka. Pemerintah Indonesia juga menyatakan dukungan terhadap upaya pemerintah Yordania menjaga stabilitas dan menindak para pelaku.
Melalui Kedutaan Besar RI di Amman, Kemlu RI memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan otoritas setempat. Menurut pernyataan Kemlu yang dikutip ANTARA, langkah itu dilakukan untuk memastikan keselamatan warga negara Indonesia di Yordania.
Menteri Dalam Negeri Yordania Mazin Al Farrayeh mengatakan negaranya menjadi sasaran aksi terorisme oleh sekelompok ekstremis. Ia menyebut serangan tersebut sebagai aksi mengerikan yang patut dikecam.
Al-Mamlaka TV, mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya, melaporkan dua orang bersenjata keluar dari kendaraan lalu menembaki gereja. Seorang saksi mengatakan kepada stasiun televisi itu bahwa tembakan berlangsung sekitar lima menit sebelum para penyerang melarikan diri.
Menurut saksi tersebut, sekitar 150 hingga 200 orang berada di dalam dan di luar gereja saat serangan terjadi. Raja Abdullah II menyebut peristiwa itu serangan teroris dan mengatakan, “Setiap nyawa orang Yordania berharga dan kami akan menghajar dengan tangan besi siapa pun yang berani mengancam negara kami,” sebagaimana dikutip ANTARA.