
Justin Bieber Tiba di Seoul, Korea Selatan
15 menit yang lalu
Memo yang disampaikan kepada Menteri Luar Negeri AS memuat peringatan tentang meningkatnya ancaman terhadap warga Amerika.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan CNN Indonesia yang mengutip AFP, Kepala Intelijen Nasional AS Jay Clayton memperingatkan bahwa Iran meningkatkan upaya untuk menyasar personel dan warga negara Amerika Serikat. Peringatan itu disampaikan dalam sebuah memo kepada Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio.
Peringatan tersebut disampaikan pada Jumat (23/10/2026), di tengah meningkatnya ketegangan antara Teheran dan Washington.
Seorang pejabat AS yang tidak disebutkan namanya mengatakan Iran tengah menyusun strategi untuk melakukan tindakan mematikan terhadap warga AS di Timur Tengah dan sejumlah negara lain.
Memo itu menyebut intelijen AS menerima informasi bahwa upaya Iran untuk menargetkan personel AS meningkat secara signifikan. Isi memo tersebut pertama kali dilaporkan oleh Axios, menurut laporan CNN Indonesia.
Laporan itu menyebut hubungan AS dan Iran kembali memanas setelah upaya perdamaian kedua negara tidak menemukan titik terang, meski melibatkan sejumlah kepala negara.
Ketegangan kedua negara juga berdampak pada lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz, yang disebut mengalami aksi blokade. Laporan tersebut tidak menjelaskan kapan blokade itu berlangsung atau pihak yang melakukannya.
Hingga laporan CNN Indonesia diterbitkan, Iran belum memberikan tanggapan atas informasi intelijen yang disampaikan dalam memo tersebut.
Download the Hive app for live alerts and offline reading.