
Siti Mukaromah Dorong IKM Terintegrasi Pariwisata
13 menit yang lalu
Kunjungan Wamenlu AS itu membahas perdagangan, investasi, energi, dan teknologi.
Terbit · 1 min read

Wakil Menteri Luar Negeri Amerika Serikat untuk Urusan Ekonomi Jacob Helberg mengunjungi Jakarta dan bertemu dengan sejumlah pejabat Indonesia, termasuk kepala eksekutif Danantara dan Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani. Menurut laporan CNBC Indonesia, kunjungan itu merupakan bagian dari rangkaian perjalanan regional Helberg.
Helberg mengunjungi Jakarta pada akhir pekan sebelum Senin (2/11/2026), menurut laporan tersebut. Dalam kunjungan itu, ia juga bertemu dengan Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid.
Menurut pernyataan resmi Kedutaan Besar AS pada Senin (2/11/2026), pertemuan membahas upaya memajukan kesepakatan komersial AS di sektor energi serta teknologi informasi dan komunikasi. Nilai kesepakatan itu disebut lebih dari US$2 miliar atau Rp35,6 triliun.
Pernyataan kedutaan menyebut kerja sama tersebut ditujukan untuk mendukung ketahanan energi, pertumbuhan industri, dan konektivitas tepercaya bagi Amerika Serikat maupun Indonesia.
Helberg juga bertemu dengan Wakil Ketua Komisi I DPR Budisatrio Djiwandono untuk membahas hubungan ekonomi kedua negara serta perluasan perdagangan dan investasi bilateral.
Dalam rangkaian pertemuan lainnya, Helberg bertemu dengan Wakil Menteri Luar Negeri Arif Havas Oegroseno, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria, serta Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza. Menurut laporan yang sama, Helberg menjajaki peluang untuk memperluas kerja sama AS-Indonesia di bidang teknologi, ekonomi digital, dan pengembangan industri, serta membangun rantai pasok yang aman.
“Kunjungan ini menunjukkan kuatnya Kemitraan Strategis Komprehensif AS-Indonesia serta komitmen kedua negara untuk memperluas kerja sama di bidang perdagangan, investasi, dan teknologi,” kata Kedutaan Besar AS.
Kedutaan juga menyampaikan harapan agar pembahasan tersebut ditindaklanjuti untuk membuka peluang bagi dunia usaha kedua negara serta memperkuat rantai pasok yang aman dan tangguh di kawasan Indo-Pasifik.