
Pemerintah Tingkatkan Bedah Rumah dan Dukung UMKM
14 menit yang lalu
Kementerian Agama menyiapkan belasan agenda The Wonder of Harmony 2026 untuk memperkuat kerukunan umat beragama.
Terbit · 1 min read

Kementerian Agama menyiapkan belasan agenda kegiatan dalam rangkaian The Wonder of Harmony 2026 untuk memperingati Hari Toleransi.
Menurut laporan ANTARA pada Senin (26/10/2026), seluruh rangkaian kegiatan keagamaan tersebut dijadwalkan berlangsung sepanjang November hingga Desember 2026.
Peringatan tahun ini mengusung tema "Merawat Toleransi, Menguatkan Negeri". Agenda tersebut dirancang untuk memperkuat kerukunan antarumat beragama melalui berbagai program terpadu.
Program yang disiapkan meliputi penyelenggaraan dialog lintas iman, pemberdayaan masyarakat, penguatan keluarga, hingga penyediaan layanan keagamaan yang inklusif.
Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Abu Rokhmad menyampaikan bahwa toleransi, kerukunan, dan perdamaian merupakan modal penting dalam kekayaan bangsa untuk mewujudkan pembangunan masyarakat saat memberikan keterangan di Jakarta. Ia menyatakan, "Satu pesan yang kuat bahwa toleransi, kerukunan, perdamaian itu merupakan modal yang sangat penting dalam kekayaan kita untuk terus mewujudkan pembangunan masyarakat."
Rangkaian agenda tersebut akan diawali dengan perhelatan Dialog Kerukunan bertajuk "Merawat Toleransi, Menguatkan Negeri" pada 2 November 2026 di Rumah Dinas Menteri Agama.
Menurut laporan yang sama, forum tersebut direncanakan mempertemukan Menteri Agama Nasaruddin Umar bersama 50 pimpinan organisasi kemasyarakatan keagamaan tingkat pusat. Pertemuan itu ditujukan guna memperkuat sinergi pembinaan umat dan komitmen menjaga kerukunan.
Selain forum dialog, Kemenag turut mengagendakan pelaksanaan program Bimbingan Remaja Usia Nikah di Banten. Kegiatan ini melibatkan kemitraan bersama organisasi pemuda dan kalangan mahasiswa.
Program Bimbingan Remaja Usia Nikah tersebut bertujuan membekali generasi muda dengan pemahaman mengenai relasi sehat, kesiapan perkawinan, dan tata cara pengambilan keputusan. Program ini juga difokuskan untuk mendorong pencegahan perkawinan anak.