
Makassar Tunggu Evaluasi Lokasi PSEL
19 menit yang lalu
Durasi dan tingkat stimulasi permainan dapat memengaruhi waktu terlelap serta kualitas tidur.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan ANTARA yang terbit pada Rabu (4/11/2026), bermain video game menjelang tidur berpotensi mengganggu pola istirahat, terutama jika dilakukan terlalu lama atau melibatkan permainan yang memicu ketegangan. Dampaknya dapat berupa waktu tidur yang lebih larut dan kualitas tidur yang lebih buruk.
Laporan itu merujuk penelitian dalam jurnal Sleep Medicine berjudul Video Gaming and Sleep in Adults: A Systematic Review. Penelitian tersebut menganalisis 26 studi tentang hubungan kebiasaan bermain video game dengan kualitas tidur orang dewasa.
Hasil kajian menunjukkan, bermain game secara berlebihan berkaitan dengan kualitas tidur yang lebih buruk dan perubahan waktu tidur menjadi lebih larut. Permainan dengan stimulasi tinggi sebelum tidur juga dapat memperpanjang waktu yang dibutuhkan untuk terlelap serta menurunkan efisiensi tidur.
Salah satu kemungkinan penyebabnya adalah aktivitas bermain dapat meningkatkan kewaspadaan otak. Permainan yang memerlukan konsentrasi, reaksi cepat, dan pengambilan keputusan bisa membuat otak tetap aktif ketika tubuh membutuhkan istirahat.
Permainan kompetitif, seperti permainan tembak-menembak atau pertandingan daring, dapat menimbulkan ketegangan saat pemain menghadapi lawan, mengejar kemenangan, atau mengalami kekalahan. Menurut laporan yang sama, respons emosional itu dapat membuat tubuh lebih sulit rileks.
Paparan cahaya dari layar ponsel, komputer, atau televisi pada malam hari juga berpotensi memengaruhi kesiapan tubuh untuk tidur. Cahaya dengan panjang gelombang biru berpotensi menekan produksi melatonin, hormon yang membantu mengatur siklus tidur dan bangun.
Kebiasaan bermain juga dapat menunda waktu tidur. Niat bermain selama 15 menit, misalnya, bisa berlanjut menjadi satu atau dua jam untuk menyelesaikan misi, menaikkan peringkat, atau mengikuti pertandingan berikutnya sehingga durasi istirahat berkurang.
Namun, dampak terhadap tidur tidak selalu sama. Penelitian yang dirujuk ANTARA menyebut tingkat stimulasi, durasi, dan frekuensi bermain sebagai faktor yang berpengaruh; permainan santai dalam beberapa penelitian menunjukkan kemungkinan dampak netral hingga positif terhadap kesinambungan tidur.